Pencarian pesawat ATR di Maros via udara dihentikan sementara karena cuaca

Posted on

Pencarian pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak di Maros, Sulsel, terus dilakukan hingga malam ini, Sabtu (17/1). Namun, Basarnas mengatakan pencarian hanya dilakukan melalui jalur darat.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengatakan pencarian melalui jalur udara dihentikan sementara karena faktor cuaca.

“Operasi SAR terus dilakukan. Khusus untuk pesawat helikopter dihentikan sementara dan dilanjutkan besok pagi,” ujar Syafii saat dihubungi, Sabtu (17/1).

“Jadi pesawat dengan kondisi cuaca yang tidak memungkinkan, kemudian tidak dilengkapi untuk perlengkapan untuk melaksanakan terbang malam dalam bentuk operasi, sehingga untuk pesawatnya harus dihentikan,” lanjutnya.

Syafii memastikan upaya pencarian melalui jalur darat terus dilakukan. Saat ini, tim SAR gabungan masih berupaya menuju lokasi yang menjadi titik pesawat hilang kontak. Adapun pesawat dinyatakan hilang kontak dengan titik terakhir di koordinat 04°57’08” LS – 119°42’54” BT.

“Basarnas beserta seluruh tim SAR gabungan yang menggunakan jalan darat, ini terus melakukan upaya bersama-sama dengan masyarakat untuk menuju ke titik-titik yang diperkirakan tempat ditemukannya serpihan dan juga sekelilingnya itu,” tuturnya.

Serpihan hingga Dokumen

Pesawat milik Indonesia Air Transport tersebut hilang kontak pada Sabtu (17/1) siang. Pesawat yang mengangkut tujuh kru dan tiga penumpang tersebut terbang dari Bandara Adisucipto Yogyakarta menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar di Maros, Sulsel.

Belum diketahui kondisi kru maupun penumpang. Namun, tim SAR telah mendapat kabar ditemukannya serpihan pesawat oleh pendaki.

“Dari informasi yang kita dengar, sama-sama kita dengar bahwa ada pendaki yang kebetulan berada di lokasi sekitar situ menemukan ada beberapa dokumen, kemudian ada serpihan, dan itu sudah diserahkan kepada petugas yaitu Babinsa,” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *