Pengumuman MSCI guncang pasar saham, ini saran untuk emiten

Posted on

caristyle.co.id , JAKARTA – Penangguhan rebalancing untuk saham asal Indonesia oleh penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) membuat IHSG babak belur dalam perdagangan kemarin, Rabu (29/1/2026). Tak hanya otoritas, emiten pun disarankan untuk lebih transparan dalam pelaporan data.

Analis RHB Sekuritas Andrey Wijaya mengatakan persepsi risiko tata kelola di industri pasar modal harus dijaga agar memenuhi standar global, khususnya dalam konteks MSCI.

Tak hanya untuk otoritas pasar modal seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), namun emiten juga harus berbenah.

“Emiten dapat meningkatkan kualitas disclosure dengan memperbarui struktur kepemilikan secara berkala, menjelaskan pemegang saham pengendali dan afiliasi, serta memastikan data free float selaras antara laporan publik, KSEI, dan keterbukaan di BEI. Praktik ini membantu mengurangi persepsi risiko tata kelola,” kata Andrey kepada Bisnis, Rabu (28/1/2026).

: Transparansi dan Konsistensi Data Pasar jadi PR untuk Otoritas Pasar Modal RI

Adapun, IHSG anjlok dalam penurunan terbesarnya tahun ini pada Rabu (28/1/2026). IHSG ditutup turun 7,35% ke level 8.320,55 dan bahkan sempat amblas 8% yang memicu trading halt.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak pada kisaran 8.187-8.596. Kapitalisasi pasar di BEI tercatat mencapai Rp15.121 triliun, atau menguap Rp1.259 triliun dalam sehari, dari Rp16.380 triliun.

Sekretaris Bursa Efek Indonesia Kautsar Primadi Nurahmad menyatakan bahwa otoritas pasar modal yang meliputi OJK, BEI, dan KSEI akan terus melakukan diskusi intensif dengan pihak MSCI setelah pengumuman tersebut.  

Selain itu, otoritas Bursa juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan transparansi data emiten guna memenuhi standar global.

“Kami telah meningkatkan keterbukaan dengan menyampaikan pengumuman data free float di situs web BEI. Namun, jika dirasakan MSCI belum cukup, kami akan terus melakukan diskusi atas transparansi data sesuai proposal MSCI untuk menemukan kesepakatan,” ucap Kautsar.

Langkah penangguhan oleh MSCI ini menjadi kemunduran terbaru bagi pasar saham Indonesia setelah penyusun indeks tersebut mengidentifikasi adanya masalah mendasar terkait kelayakan investasi.

MSCI juga menyebut masih ada kekhawatiran terhadap upaya terkoordinasi untuk mendistorsi harga untuk saham-saham asal Indonesia. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *