
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sejumlah pesan dalam sambutannya pada acara Peringatan Nuzulul Quran di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/2). Pesan tersebut mulai dari menghilangkan korupsi hingga menjaga perdamaian.
Dalam kesempatan itu, Prabowo menegaskan bahwa korupsi harus dihilangkan, sebagaimana dalam ajaran agama dan sejarah.
“Memang kita harus menghilangkan korupsi, penyelewengan, semua praktik-praktik yang tidak benar dan tidak baik yang dilarang oleh semua agama. Itu adalah ajaran agama, itu juga ajaran sejarah,” kata Prabowo.
Dia menambahkan, tak ada satu pun negara yang berhasil jika korupsi tidak hilang.
“Tidak ada negara yang berhasil manakala pemerintahnya tidak mampu membersihkan diri dari korupsi,” ucapnya.
Prabowo menegaskan, negara juga tak boleh kalah dari mereka yang ingin menguasai kekayaan Indonesia.
“Kita tidak boleh kalah dengan mereka yang ingin mengambil kekayaan rakyat, membawanya ke negara lain, dan membiarkan bangsa dan rakyat Indonesia dalam keadaan lemah,” ujar Prabowo.
Jaga Perdamaian
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menyebut Indonesia akan berusaha keras untuk menjaga perdamaian dunia. Itu sudah menjadi tekad Prabowo dengan jajarannya.
“Bahwa kita akan berusaha sangat keras untuk menjaga perdamaian. Tentunya menjaga perdamaian itu tidak dengan cara hanya berdoa dan berharap, tapi juga dengan ikhtiar, dengan kerja keras,” kata Prabowo.
Prabowo menegaskan, dalam menjaga perdamaian ini, tak akan ikut campur dengan urusan negara mana pun. Setiap ‘dapur’ masing-masing negara akan dihormatinya.
“Kita tidak mau campur tangan dalam urusan dalam negeri negara mana pun. Kita hormati semua kekuatan di dunia, yang besar maupun yang kecil,” tuturnya.
Prabowo yakin akan mampu menciptakan perdamaian. Apalagi, melihat kemampuan bangsa Indonesia.
“Bangsa Indonesia di bawah kepemimpinan pemerintah saya dan semua pembantu-pembantu saya, kita bertekad untuk memelihara persahabatan dan hubungan baik dengan semua bangsa, dengan semua negara, dengan semua kekuatan,” ungkap dia.
Kepemimpinan Itu Takdir
Prabowo menyebut kepemimpinan merupakan sebuah takdir yang datang dari Tuhan. Begitu juga dengan kekuasaan yang dimilikinya saat ini.
“Semakin saya sadar bahwa kepemimpinan itu adalah takdir, dan kekuasaan itu bersumber dari Tuhan Yang Maha Kuasa,” kata Prabowo.
Prabowo menuturkan kekuasaan diberikan untuk membela kebenaran. Kekuasaan juga merupakan tugas untuk menyejahterakan rakyat.
“Kekuasaan itu diberi sebagai penugasan untuk membela kebenaran, keadilan, dan kejujuran. Dan bahwa kekuasaan itu adalah tugas untuk melindungi dan membawa kesejahteraan serta keadilan kepada seluruh rakyat yang dipimpin,” ungkapnya.



