
Penyidik Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan menemukan tabung pink berisi gas N2O di apartemen tempat ditemukannya influencer Lula Lahfah meninggal dunia. Tabung itu dipastikan milik Lula, berdasarkan penyelidikan Labfor Bareskrim Polri.
“Di sini ada barang-barang bukti yang tadi kita lihat salah satunya adalah tabung pink,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Iskandarsyah saat konferensi pers, Jumat (30/1).
Iskandarsyah mengatakan, kepastian kepemilikan tersebut didasari pemeriksaan Labfor Bareskrim Polri melalui tes DNA. Adapun tabung itu ditemukan di kamar asisten rumah tangga (ART) Lula.
Karena di sini kami melihat ada barang-barang yang disentuh, dibawa oleh saudari LL yang kita pastikan bahwa barang-barang itu memang milik dari saudari LL. Jadi kita mendapatkan DNA pembanding dari keluarga terdekat,”Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Iskandarsyah
Sementara itu, Kasubbid Bioser Puslabfor Bareskrim Polri AKP Irfan Rofik, menuturkan ada beberapa barang bukti yang dilakukan pemeriksaan. Di antaranya sprai berwarna putih yang terdapat bercak darah; tisu dan kapas yang terdapat bercak darah, kota berisi obat-obatan, dan tabung Whip Pink berukuran 2.050 gram.
Barang bukti itu diperiksa dengan data pembanding sampel darah ayah kandung Lula.
“Kesimpulannya bahwa bercak darah yang ada pada sprai, bercak darah yang ada pada kapas dan tisu, dan touch DNA atau DNA sentuhan profilnya itu adalah milik saudara LL,” ujarnya.
Adapun tabung tersebut ditemukan dalam kondisi kosong. Namun Kaur Subbid Toksikologi Puslabfor Bareskrim Polri, Pembina Azhar Darlan, memastikan tabung itu sebelumnya berisi gas Nitrous Oxide (N2O).

“Untuk tabung berwarna pink, waktu kami pemeriksaan keadaan kosong. Tapi dari penyidik dikasih dengan merek yang sama dari produksi yang sama, kami periksa tabung gas tersebut untuk sebagai pembanding, ada mengandung nitrous oxide (N2O)” tuturnya.
Lula lahfah ditemukan meninggal dunia di dalam apartemennya di Jakarta Selatan. Ia berada di dalam apartemennya dengan kondisi pintu terkunci dari dalam.
Penyidik mengatakan ia meninggal karena kehabisan napas dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Sementara itu pihak keluarga Lula memilih untuk tidak melakukan autopsi. Maka itu penyidik memutuskan menutup penyidikan kasus kematian influencer tersebut.
Adapun gas N2O lazim digunakan untuk medis, kuliner, dan otomotif. Namun dalam penggunaan medis, gas ini hanya dapat dipakai di rumah sakit.
Namun akhir-akhir ini, gas tersebut kerap disalahgunakan untuk rekreasional. Penyalahgunaan ini berbahaya karena bisa menimbulkan kematian.



