Populer: Wamenkeu Thomas masuk calon deputi gubernur BI; 1.000 ton beras ilegal

Posted on

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung mengundurkan diri, menjadi salah satu berita populer di awal pekan ini. Selanjutnya, Menteri Pertanian (Mentan) menyita 1.000 ton beras ilegal juga banyak dibaca pada kanal kumparanBISNIS.

Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:

Deputi Gubernur BI Mundur, Wamenkeu Thomas Masuk Calon Pengganti

Kabar mundurnya Juda Agung mengundurkan diri dikonfirmasi langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.

“Jadi begini, sebelum menyebut nama salah satu. Jadi berkenaan dengan Deputi Gubernur Bank Indonesia, itu bermula dari adanya surat pengunduran diri dari salah satu Deputi Gubernur,” ujar Pras di Istana Negara, Jakarta, Senin (19/1).

Dia melanjutkan, sesuai ketentuan yang berlaku, maka Presiden Prabowo Subianto mengirimkan surat presiden (surpres) ke DPR RI untuk diproses lebih lanjut pengganti Juda. Nantinya, DPR akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test kepada calon pengganti tersebut.

Pras juga mengkonfirmasi ada nama Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono sebagai salah satu calon pengganti Juda.

“Bapak Presiden atau pemerintah mengirimkan Surpres ke DPR, karena memang proses pemilihannya ada di DPR melalui uji kompetensi atau fit and proper test gitu. Ada beberapa nama yang dikirimkan, salah satunya memang betul ada nama yang kita usulkan adalah Pak Wamenkeu atas nama Pak Tommy Djiwandono,” jelasnya.

Mentan Sita 1.000 Ton Beras Ilegal

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menyita 1.000 ton beras selundupan di Kepulauan Riau (Kepri), Senin (19/1). Beras ilegal tersebut saat ini ada di Gudang Kantor Bea Cukai Wilayah Kepri, Tanjung Balai Karimun.

Beras yang diamankan itu lewat Free Trade Zone. Namun, belum diketahui asalnya apakah dari domestik atau impor. Amran meminta para pelaku ditindak tegas.

“Ada beras masuk 1.000 ton totalnya, ini ditangkap dan kami minta untuk ditindak tegas, pelaku-pelakunya ditindak tegas. Karena kenapa? Ini akan mempengaruhi petani kita, 115 juta orang seluruh Indonesia petani padi kita,” kata Amran di Gudang Kantor Bea Cukai Wilayah Kepri, Senin (19/1).

Amran menilai para pelaku tersebut sebagai pengkhianat negara. Apalagi, kata Amran, Indonesia sudah mengumumkan kalau sudah swasembada beras. Sehingga, ia menyayangkan terjadinya praktik ilegal itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *