
jpnn.com, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung buka suara terkait jembatan penyeberangan orang (JPO) Sarinah yang akan dibuka kembali.
Menurut Pramono, rencana pembukaan kembali JPO itu untuk mengakomodir masyarakat difabel.
“Jadi, JPO Sarinah dalam kajian ini memang diperlukan terutama untuk difabel. Itu salah satu alasan kemudian kenapa diadakan,” kata Pramono di Kebayoran Lama, pada Jumat (9/1).
Pramono mengaku sudah membaca pro-kontranya masyarakat termasuk oleh Koalisi Pejalan Kaki yang ingin agar penyeberangan tetap melewati pelican crossing.
Libur Nataru 2025/2026, Sarinah Hadirkan Rangkaian Program Budaya & Kepedulian Sosial
“Jalan kaki di bawahkan tetap dibuka kemudian di atas sebagai alternatif pilihan,” kata dia.
Dia menegaskan, meski JPO Sarinah diaktifkan kembali, pelican crossing tak akan ditutup.
“Jadi, tetap semua enggak ada yang ditutup,” tuturnya.
Diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membongkar dan menutup JPO Sarinah dengan alasan estetika kota agar pandangan ke arah Patung Selamat Datang dan gedung-gedung bersejarah tidak terhalang.
Bank Jakarta Luncurkan Kartu Debit Visa, Pramono: Tingkatkan Kepercayaan Publik
Sebagai gantinya, diterapkan pelican cross yang dianggap lebih inklusif bagi penyandang disabilitas, lansia, dan ibu hamil karena mengusung konsep equality di permukaan jalan. (mcr4/jpnn)
Pramono Anung Tegaskan Tidak Ada Calo Tiket Planetarium
Gubernur Pramono Berharap Natal Dirayakan dengan Gembira dan Sederhana



