Saham gorengan: Ciri, risiko hingga tips aman berinvestasi

Posted on

Investasi saham kini semakin diminati masyarakat Indonesia, terutama generasi muda yang ingin mengelola keuangan secara mandiri dan membangun aset jangka panjang. Seiring meningkatnya minat tersebut, risiko dalam dunia saham juga semakin beragam dan tidak selalu mudah dikenali oleh investor pemula. Salah satu risiko yang paling sering dibicarakan adalah saham gorengan, yakni saham dengan pergerakan harga yang sangat fluktuatif dan sulit diprediksi.

Istilah saham gorengan kerap muncul di forum investasi, media sosial, hingga grup diskusi karena mampu memberikan kenaikan harga cepat dalam waktu singkat. Namun, di balik potensi keuntungan tersebut, saham gorengan juga menyimpan risiko kerugian besar jika tidak dipahami dengan baik. Agar tidak salah langkah, penting bagi investor untuk mengenali apa itu saham gorengan, ciri-cirinya, risikonya, serta cara menghindarinya yang akan dibahas dalam artikel ini.

1. Apa itu saham gorengan dan mengapa sering dibicarakan

Saham gorengan adalah saham yang pergerakan harganya tidak mencerminkan kinerja atau fundamental perusahaan. Harga saham jenis ini bisa melonjak tajam atau turun drastis dalam waktu singkat karena dipengaruhi spekulasi dan aktivitas pihak tertentu, bukan karena pertumbuhan bisnis yang sehat. Kondisi inilah yang membuat saham gorengan sering dianggap “tidak wajar” dibandingkan saham lain di sektor yang sama.

Istilah gorengan merujuk pada praktik “menggoreng” harga saham agar terlihat menarik bagi investor ritel. Biasanya, saham ini berasal dari perusahaan dengan kapitalisasi pasar kecil sehingga relatif mudah digerakkan. Karena volatilitasnya tinggi, saham gorengan kerap menjadi bahan perbincangan, terutama saat harganya naik drastis dalam hitungan hari atau bahkan jam.

2. Ciri dan karakteristik saham gorengan yang perlu diwaspadai

Untuk mengenali saham gorengan, investor tidak cukup hanya melihat kenaikan harga dalam waktu singkat. Saham jenis ini memiliki pola dan karakteristik tertentu yang sebenarnya bisa diidentifikasi sejak awal jika diperhatikan dengan cermat. Memahami ciri saham gorengan menjadi langkah penting agar investor tidak mudah tergoda oleh pergerakan harga yang tampak menggiurkan di permukaan.

a. Kapitalisasi pasar relatif kecil

Saham gorengan umumnya berasal dari perusahaan dengan kapitalisasi pasar yang relatif kecil atau dikenal sebagai saham small cap. Dengan nilai pasar yang terbatas, saham jenis ini lebih mudah digerakkan karena tidak membutuhkan dana besar untuk mempengaruhi harga. Kondisi tersebut membuat fluktuasi harga saham bisa terjadi secara ekstrem dalam waktu singkat, baik naik maupun turun.

b. Lonjakan volume transaksi secara tiba-tiba

Salah satu tanda paling mencolok dari saham gorengan adalah peningkatan volume transaksi yang terjadi secara mendadak. Saham yang sebelumnya jarang diperdagangkan bisa tiba-tiba mencatat transaksi dalam jumlah besar dalam beberapa hari. Lonjakan ini sering kali tidak disertai informasi resmi atau kabar fundamental yang menjelaskan alasan di balik meningkatnya minat pasar.

c. Fundamental perusahaan yang lemah

Jika ditelusuri lebih jauh, saham gorengan umumnya berasal dari perusahaan dengan kondisi fundamental yang kurang solid. Laporan keuangan menunjukkan kinerja yang tidak konsisten, laba yang tipis, atau bahkan kerugian dalam beberapa periode. Ketidakseimbangan antara kondisi keuangan dan kenaikan harga saham menjadi indikasi kuat adanya unsur spekulasi.

d. Pergerakan harga tidak wajar

Ciri lain saham gorengan terlihat dari pola pergerakan harga yang sangat agresif. Harga saham bisa melonjak ratusan persen hanya dalam hitungan hari, lalu turun tajam dalam waktu yang sama singkatnya. Pola ini menunjukkan harga saham tidak bergerak secara alami berdasarkan kinerja bisnis perusahaan.

e. Minim liputan analis dan media kredibel

Saham gorengan umumnya jarang mendapatkan perhatian dari analis pasar maupun media keuangan tepercaya. Informasi yang beredar lebih banyak berasal dari rumor, grup percakapan tertutup, atau unggahan media sosial. Minimnya referensi objektif membuat investor kesulitan melakukan analisis yang matang sebelum mengambil keputusan.

Jika beberapa ciri di atas muncul secara bersamaan, investor perlu meningkatkan kewaspadaan. Saham gorengan sering kali tampak menarik di awal, tetapi menyimpan risiko besar di kemudian hari. Mengenali karakteristiknya sejak dini bisa membantu investor menghindari keputusan impulsif.

3. Risiko saham gorengan yang sering menjerat investor pemula

Di balik potensi keuntungan cepat, saham gorengan menyimpan berbagai risiko yang kerap tidak disadari, terutama oleh investor pemula. Banyak investor tergoda masuk karena melihat kenaikan harga yang signifikan tanpa memahami apa yang sebenarnya terjadi di balik layar. Padahal, risiko saham gorengan bisa berdampak serius pada kondisi keuangan jika tidak dikelola dengan baik.

a. Risiko manipulasi harga oleh pihak tertentu

Harga saham gorengan sering kali digerakkan oleh pihak tertentu dengan kepentingan jangka pendek. Pergerakan harga ini tidak mencerminkan mekanisme permintaan dan penawaran yang sehat di pasar. Ketika pihak tersebut mulai melepas sahamnya, harga bisa jatuh drastis tanpa peringatan.

b. Sulit dianalisis secara fundamental

Saham gorengan cenderung sulit dianalisis menggunakan pendekatan fundamental. Data keuangan perusahaan tidak sejalan dengan pergerakan harga saham di pasar. Akibatnya, investor kesulitan menentukan nilai wajar dan mengambil keputusan berdasarkan analisis rasional.

c. Likuiditas yang bersifat semu

Meskipun terlihat aktif diperdagangkan, likuiditas saham gorengan sering kali hanya bersifat sementara. Ketika minat pasar menurun, saham tersebut bisa menjadi sulit dijual kembali. Investor pun berisiko terjebak memegang saham tanpa pembeli di pasar.

d. Potensi kerugian besar dalam waktu singkat

Saham gorengan memiliki volatilitas yang sangat tinggi. Harga saham bisa turun tajam dalam satu atau dua hari perdagangan, bahkan setelah sempat naik signifikan. Investor ritel yang masuk di harga puncak sering kali menjadi pihak yang paling dirugikan.

e. Risiko suspensi perdagangan

Pergerakan harga yang terlalu ekstrem dapat memicu tindakan suspensi dari Bursa Efek Indonesia. Saat saham disuspensi, investor tidak dapat melakukan transaksi jual beli. Kondisi ini menambah ketidakpastian dan memperbesar risiko kerugian.

Melihat berbagai risiko tersebut, saham gorengan lebih cocok dikategorikan sebagai instrumen spekulatif. Tanpa pemahaman yang memadai, investor pemula sangat rentan mengalami kerugian. Oleh karena itu, penting untuk selalu mempertimbangkan risiko sebelum tergiur potensi keuntungan cepat.

4. Tips menghindari saham gorengan agar investasi lebih aman

Menghindari saham gorengan bukan berarti menutup peluang investasi sepenuhnya. Investor tetap bisa berinvestasi dengan aman selama menerapkan strategi yang tepat dan disiplin. Dengan pendekatan yang lebih rasional, risiko terjebak saham gorengan dapat diminimalkan.

a. Cek fundamental perusahaan secara menyeluruh

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memeriksa laporan keuangan perusahaan secara detail. Perhatikan kinerja laba, arus kas, serta struktur utang dalam beberapa periode terakhir. Jika fundamental perusahaan lemah tetapi harga saham naik tajam, kondisi ini patut dicurigai.

b. Perhatikan kapitalisasi pasar dan likuiditas

Saham dengan kapitalisasi pasar kecil memang tidak selalu buruk. Namun, saham jenis ini lebih rentan mengalami pergerakan harga yang tidak wajar. Investor perlu memastikan likuiditas saham cukup stabil dan tidak hanya ramai dalam waktu singkat.

c. Waspadai lonjakan harga tanpa berita jelas

Kenaikan harga saham yang sehat biasanya didukung oleh informasi resmi atau aksi korporasi yang dapat diverifikasi. Jika harga saham melonjak tanpa adanya berita kredibel, investor sebaiknya tidak langsung tergoda. Sikap waspada penting untuk menghindari keputusan spekulatif.

d. Bandingkan dengan saham sejenis di sektor yang sama

Membandingkan saham dengan emiten lain dalam sektor yang sama bisa memberikan gambaran yang lebih objektif. Jika hanya satu saham yang naik ekstrem sementara yang lain relatif stabil, potensi saham gorengan perlu diperhatikan. Perbandingan ini membantu investor melihat apakah kenaikan harga masih masuk akal.

e. Hindari keputusan impulsif karena takut ketinggalan

Rasa takut ketinggalan atau fear of missing out (FOMO) sering mendorong investor mengambil keputusan terburu-buru. Padahal, keputusan impulsif justru meningkatkan risiko kerugian. Investor sebaiknya berpegang pada rencana investasi dan strategi yang telah ditetapkan sejak awal.

Dengan menerapkan tips tersebut secara konsisten, investor dapat mengurangi risiko terjebak saham gorengan. Fokus pada perusahaan dengan fundamental yang kuat dan transparan tetap menjadi pilihan paling aman. Investasi yang sehat bukan soal kecepatan meraih untung, melainkan soal pengelolaan risiko yang bijak.

Saham gorengan memang terlihat menggiurkan karena potensi keuntungan cepat, tetapi risikonya jauh lebih besar dibandingkan saham dengan fundamental kuat. Dengan memahami definisi, ciri, risiko, dan cara menghindarinya, investor bisa mengambil keputusan yang lebih rasional dan aman. Pada akhirnya, membangun portofolio investasi yang sehat membutuhkan kesabaran, riset, dan disiplin, bukan sekadar ikut arus tren sesaat.

Purbaya: Sudah Saya Ingatkan Bersihkan Bursa dari Saham Gorengan Reformasi Pasar Modal, OJK Mulai Sikat Pelaku Saham Gorengan Bareskrim Selidiki Isu Saham Gorengan, Begini Respons OJK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *