
caristyle.co.id JAKARTA. Emiten komponen otomotif berpeluang mencatatkan kinerja positif seiring momentum Ramadan dan Lebaran 2026. Secara historis, periode menjelang arus mudik menjadi katalis musiman yang mendorong peningkatan permintaan suku cadang dan layanan perawatan kendaraan.
Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi menjelaskan, secara siklikal periode persiapan mudik selalu diikuti lonjakan kebutuhan komponen otomotif. Aktivitas perjalanan jarak jauh mendorong pemilik kendaraan melakukan servis dan penggantian suku cadang guna memastikan kondisi kendaraan tetap prima.
Selain faktor musiman, stimulus fiskal pemerintah serta perputaran uang yang lebih besar di kalangan kelas menengah turut menjadi penopang sektor ini. Daya beli yang terjaga membuka ruang pertumbuhan bagi emiten yang fokus pada pasar aftermarket.
Naik Tipis, Penjualan Mobil Astra (ASII) Capai 34.867 Unit pada Januari 2026
“Dengan harga kendaraan baru yang masih relatif tinggi, tren merawat kendaraan lama bisa menjadi mesin pertumbuhan emiten komponen seperti AUTO atau DRMA,” ujar Wafi kepada Kontan, Kamis (19/2/2026).
Strategi Agresif di Pasar Aftermarket
Untuk memaksimalkan peluang tersebut, Wafi menilai emiten perlu mengakselerasi strategi di segmen aftermarket. Langkah yang dapat ditempuh antara lain memperkuat jaringan distribusi hingga ke bengkel ritel, serta menghadirkan program promo paket servis mudik yang relevan dengan kebutuhan konsumen.
Selain itu, emiten seperti PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) dapat mengoptimalkan platform digital guna memperluas akses penjualan komponen. Digitalisasi kanal distribusi dinilai mampu menjangkau konsumen lebih luas sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
Sementara itu, emiten yang telah terlibat dalam rantai pasok kendaraan listrik seperti PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) berpeluang memanfaatkan momentum Ramadan dan Lebaran untuk meningkatkan awareness produk komponen pendukung mobilitas listrik. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan populasi kendaraan listrik di dalam negeri.
Motor Listrik Tanpa Insentif, Simak Strategi Dua Emiten Ini Menggenjot Penjualan
Dari sisi pasar saham, Wafi menambahkan bahwa secara historis saham sektor komponen otomotif cenderung mulai menguat satu hingga dua bulan sebelum Lebaran.
“Pelaku pasar biasanya telah mengantisipasi potensi kenaikan volume penjualan,” ujar Wafi.
Ia juga menilai saham komponen relatif lebih stabil dibandingkan saham agen tunggal pemegang merek (ATPM). Stabilitas tersebut didukung oleh basis pendapatan yang tidak hanya bergantung pada penjualan mobil baru, tetapi juga pada kebutuhan perawatan populasi kendaraan yang sudah beredar.



