
Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), bicara terkait kondisi Iran yang diserang oleh Israel dan Amerika Serikat (AS). Menurut SBY, jika apa yang dituju oleh Israel dan AS merupakan pergantian rezim, hal itu tak mudah.
Dia bercerita, Iran pernah mengalami pergantian rezim dari Shah Mohammad Reza Pahlavi ke Ayatollah Ali Khamenei. Pergantian itu pun, diraih oleh tokoh Iran, bukan dipaksakan oleh kekuatan eksternal.
“Sebetulnya pergantian rezim dari tokoh Iran ke tokoh Iran yang lain. Jadi bukan dipaksakan oleh external power negara lain,” kata SBY dikutip dari akun YouTubenya, Selasa (3/3).
SBY mempertanyakan, jika saat ini Trump menyerukan Rakyat Iran untuk mengambil alih kekuasaan, begitu juga Netanyahu menyerukan hal tersebut, siapa tokohnya.
“Pertanyaan saya apa semudah itu? Ya, karena dulu ada tokoh Ayatollah Ali Khamenei, sekarang tokohnya siapa? Begitu,” kata SBY.
“Memang sebuah pergantian rezim tidak harus ada tokoh sebutlah tokoh revolusioner yang menjadikan perubahan rezim itu terjadi. Ya, seperti Arab Spring itu terjadi pergantian rezim di Mesir, Husni Mubarak, di Libya, Muammar Khadafi. Di Tunisia Ben Ali, di Yaman sendiri Ali juga. Itu enggak ada pemimpinnya. Makanya disebut leaderless revolution. Tapi itu Arab Spring ya. Belum tentu yang lain bisa,” sambungnya.
SBY ingin menggambarkan bahwa pergantian rezim tidaklah mudah.
“Dan saya menggambarkan ya memang tidak semudah itu melakukan pergantian rezim. Kita lihat saja memang kan beberapa saat yang lalu ada protes besar di Iran ya, korbannya juga besar. Apakah otomatis itu embrio kekuatan untuk sebuah perubahan? remains to be seen. Kita lihat ke depan ini hari-hari mendatang,” sambungnya.



