Polemik perceraian Andre Taulany dan Erin Taulany kembali mencuat di Pengadilan Agama Tigaraksa, Tangerang. Sidang terbaru kasus ini diwarnai kehadiran anak-anak mereka, meskipun kuasa hukum pihak Erin, Firmanto Laksana Pangaribuan, sebelumnya telah melarang keterlibatan mereka dalam proses hukum.
Firmanto menjelaskan bahwa secara prinsip, pihaknya tidak menghendaki anak-anak kliennya hadir di persidangan. Namun, Erin Taulany sendiri tidak melarang kehadiran buah hatinya, terlebih jika keinginan tersebut murni berasal dari anak-anak. “Yang pasti kami penasihat hukum sebenarnya walaupun dibolehkan oleh Undang-Undang, peraturan, hanya kami memang tidak memberikan dia untuk hadir sesungguhnya. Hanya dia (anak-anak), kayak hari ini kita lihat kan, dia tetap menemani ibunya. Dan saya pikir itu hak dia ya, saya enggak bisa juga melarang,” ujar Firmanto pada Senin (11/8) di Pengadilan Agama Tigaraksa.
Lebih lanjut, Firmanto menegaskan keputusan krusialnya untuk tidak mengizinkan anak-anak memberikan kesaksian. “Saya intinya dari penasihat hukum itu melarang dia untuk memberikan kesaksian. Walaupun Undang-Undang membolehkan,” tambahnya. Hal ini diambil meskipun secara hukum, anak berusia di atas 12 tahun dimungkinkan untuk memberikan kesaksian di persidangan, bahkan untuk menentukan hak asuh orang tua.
Meskipun demikian, anak-anak Andre Taulany dan Erin Taulany, yang berusia 18 dan 15 tahun, dianggap cukup dewasa untuk menyampaikan keinginan mereka. Firmanto mengungkapkan bahwa dalam kehadiran mereka, anak-anak sejatinya berharap adanya perdamaian. “Intinya dia menginginkan adanya perdamaian, kedamaian. Menjadi keluarga yang baik lagi dan dia menyayangkan hal ini (perceraian),” tutur Firmanto, menyiratkan kerinduan anak-anak akan keutuhan keluarga.
Kehadiran putra sulung Andre Taulany, Ardio Raihansyah Taulany alias Dio, menjadi sorotan utama. Dio secara blak-blakan menyatakan bahwa tidak ada masalah serius yang melanda rumah tangga kedua orang tuanya. Menurut Dio, akar permasalahan hanyalah miskomunikasi, yang ia duga menjadi pemicu Andre Taulany melayangkan permohonan perceraian. “Sebenarnya mereka baik-baik aja, sih, enggak ada masalah apa-apa. Mama semua baik, Papa baik, they take care of me. Mereka itu baik kepada anak-anaknya dan ini cuma urusan tidak berkomunikasi aja. Mungkin kalau mereka berkomunikasi bisa kali (tidak bercerai),” ungkap Dio.
Melihat kondisi tersebut, Dio bertekad untuk membantu kedua orang tuanya agar tidak berpisah. “Gugatan Papa ini sebenarnya enggak necessary. Jadi aku ingin my dad dan my mom itu sebenarnya bahagia. Aku ingin membantu my mom, my dad untuk berdamai,” tegasnya, menunjukkan keinginan kuat untuk rekonsiliasi.
Sebagai informasi latar belakang, Andre Taulany pertama kali mengajukan permohonan cerai atas Erin Taulany pada April 2024 secara e-court, dengan nomor register 1668/Pdt.G/2024/PA.Tgrs. Namun, permohonan tersebut sempat ditolak oleh majelis hakim Pengadilan Agama Tigaraksa. Penolakan ini disebabkan dugaan perselisihan terus-menerus antara keduanya dianggap tidak terbukti. Meskipun demikian, Andre kemudian kembali mengajukan permohonan cerai secara e-court sejak 9 April lalu.
Andre dan Erin Taulany telah merajut bahtera rumah tangga sejak 17 Desember 2005. Dari pernikahan yang telah berjalan hampir dua dekade ini, mereka dikaruniai tiga orang anak: dua putra dan satu putri.