
Pada 3 Januari 2026 malam, pasukan elit Amerika Serikat Delta Force menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Turut ditangkap bersamanya adalah sang istri, Cilia Flores. Penangkapan tersebut sontak memusatkan perhatian dunia ke negara Amerika Latin tersebut.
AS menuntut Maduro atas dakwaan narkoterorisme, penyelundupan kokain, dan kepemilikan senjata api dan alat-alat penghancur. Sementara itu, belum diketahui apa dasar penangkapan sang Ibu Negara Venezuela maupun dakwaan terhadapnya. Keduanya diketahui ditahan di Brooklyn, New York.
Meski berstatus sebagai istri presiden, Cilia Flores lebih dari sekadar ibu negara. Maduro membaptis Cilia dengan julukan “First Combatant” alih-alih “First Lady”, menunjukkan bahwa Cilia merupakan perempuan tangguh bertangan besi. Bahkan, karier politik dan hukum Cilia sudah lebih dulu dimulai sebelum Maduro.
Profil Cilia Flores
Lahir pada 15 Oktober 1956, Cilia Flores tumbuh besar di wilayah barat Ibu Kota Caracas, Venezuela. Dia berkuliah jurusan hukum di Universidad Santa Maria dan menjalani profesi sebagai pengacara hukum pidana dan buruh. Namanya mulai dikenal publik ketika dia bergabung dengan tim pengacara Hugo Chavez, pimpinan militer Venezuela yang dipenjara akibat upaya kudeta pada 1992.
Chavez bebas dari penjara pada 1994 dan Cilia diyakini berperan besar di balik kebebasan sang pentolan militer. Chavez—juga dikenal berkat gerakan politik bernama Chavismo—terpilih menjadi presiden pada 1999.
Cilia Flores pun bergabung dengan gerakan Chavismo. Di momen inilah dia bertemu dengan Nicolas Maduro, yang saat itu merupakan tim keamanan untuk Hugo Chavez. Lewat pertemuan itulah, Cilia dan Maduro menjalin hubungan yang berlanjut hingga tiga dekade setelahnya.

“Selama perjuangan untuk membebaskan Chavez, kami terlibat dalam unjuk rasa di jalan. Saya selalu ingat pertemuan di Catia, dan ketika seorang pria muda diminta untuk angkat suara, dia berbicara, dan saya menatapnya. Saya berkata, ‘Betapa cerdasnya’,” ungkap Cilia, menceritakan kesan pertamanya bertemu dengan Maduro, dilansir CNN.
Cilia, yang diberi nama panggilan “Cilita” oleh Maduro, memiliki tiga anak dari pernikahan sebelumnya. Meski telah menjalin hubungan sejak ‘90-an, Cilia dan Maduro baru menikah pada Juli 2013 setelah Maduro terpilih sebagai presiden.
Perjalanan karier Cilia
Karier politik Cilia menanjak ketika dia terpilih menjadi anggota Majelis Nasional, badan legislatif federal Venezuela, pada 2000. Dia mewakili Cojedes, tanah kelahirannya. Pada 2005, dia kembali terpilih sebagai anggota Majelis dan di 2006, dia sukses menjadi ketua Majelis Nasional. Cilia adalah perempuan pertama yang menduduki jabatan penting ini.
Dilansir CNN, selama masa jabatannya, Cilia dikenal dengan aturan-aturan kontroversial. Dia membungkam pers dengan melarang wartawan masuk ke ruang rapat legislatif. Dia juga dituduh melanggengkan nepotisme usai memberikan jabatan di Kongres kepada anggota keluarga dan kerabatnya.

Meski dikritik, Cilia membela diri dengan mengatakan, dia mempekerjakan kerabatnya atas dasar meritokrasi. “Ya, anggota keluarga saya dipekerjakan berdasarkan kemampuan mereka. Saya bangga dengan mereka dan saya akan membela kinerja mereka kapanpun diperlukan,” kata Cilia dalam wawancara dengan media Spanyol La Vanguardia.
Pada 2009 hingga 2011, Cilia menjabat sebagai Wakil Ketua II Partai Sosialis Bersatu Venezuela. Di 2012, dia ditunjuk sebagai Jaksa Umum Venezuela.
Ketika sang suami terpilih sebagai Presiden Venezuela di 2013, Cilia mundur dari sorotan. Meski begitu, bukan berarti perannya hilang. Cilia justru diyakini sebagai kekuatan besar di balik kepemimpinan Nicolas Maduro. Cilia dikenal sebagai sosok yang tegas, memiliki kelihaian untuk memimpin, serta sosok yang bergerak dalam sunyi.

“Ia menjadi bagian krusial dalam rezim Maduro. Dia bukan sekadar rekan emosional Maduro, tetapi juga rekan profesional. Dan dia sangat ambisius,” ucap Pemimpin Redaksi Americas Quarterly dan jurnalis Venezuela, José Enrique Arrioja.
Pada 2025, Cilia dan Maduro ditangkap oleh pasukan elit Amerika Serikat atas tuduhan penyelundupan narkoba dan menjalani pemerintahan yang korup. Dia dan Maduro akan menjalani persidangan pada Senin (5/1) waktu Amerika Serikat.



