caristyle.co.id – Persaingan posisi bek di Persija Jakarta semakin memanas setelah kedatangan pemain anyar, Shayne Pattynama pada bursa transfer paruh musim 2025/2026.
Bek yang sudah lebih dulu membela Macan Kemayoran seperti Alan Cardoso bisa dibilang harus siaga satu buntut datangnya Shayne Pattynama.
Pemain yang didatangkan Persija Jakarta pada 25 Juli 2025 itu sejauh ini sudah membungkus 18 laga di Super League 25/26.
Namun, setidaknya pada lima laga terakhir Persija Jakarta ia hanya dimainkan tak lebih dari 10 menit.
Hal tersebut dapat menjadi sinyal sang pemain bakal kalah saing dengan Shayne Pattynama yang dinilai Pelatih Mauricio Souza lebih fleksibel karena bisa bermain multiposisi, yakni bek dan gelandang bertahan.
Baik Shayne Pattynama maupun Alan Cardoso pernah merasakan membela timnas negaranya masing-masing.
Sementara Shayne Pattynama pernah memperkuat Timnas Indonesia di lini senior, Alan Cardoso sempat membela Timnas Brasil di lini U17 pada 2014 lalu.
Karier keduanya juga dimulai hampir berbarengan, yakni Shayne di musim 14/15 dan Alan Cardoso di musim 16/17.
Namun, Shayne Pattynama sejauh ini mencatatkan lebih banyak pertandingan, yakni 251 laga yang sebagain besar dihabiskan bersama klub Liga Eropa seperti Belanda dan Jerman.
Sedangkan Alan Cardoso tak lebih dari setengahnya, yakni 112 laga yang hampir selurunya dituntaskan di Liga Brasil.
Sosok Alan Cardoso
Alan Cardoso merupakan pemain kelahiran Rio de Janeiro, Brasil pada 5 Januari 1998.
Pemain berusia 28 tahun itu meniti kariernya di dunia sepak bola bersama klub asal tanah kelahirannya, Vasco da Gamma pada 2018.
Sejauh ini ia terhitung hanya pernah berlaga di Liga Brasil bersama sejumlah klub seperti ABC FC, Santos B, Londrina, Santa Cruz, Paysandu, Resende, Ipatinga, Nautico, Novo Hamburgo, Avenida, dan Confianca.
Setelah tujuh tahun hanya berkembang di Brasil, ia akhirnya memberanikan diri untuk menjajal liga luar negeri, yakni bersama Persija Jakarta dengan meneken kontrak pada 25 Juli 2025.
Debutnya bermula saat melawan Persita Tangerang pada 10 Agustus 2025 dan saat itu langsung mencicipi kartu kuning di Liga 1 Indonesia.
Sampai saat ini Alan memang terhitung selalu diturunkan Pelatih Mauricio Souza, namun semakin lama menit bermainnya semakin dipangkas.
Terkahir ia memperkuat Macan Kemayoran dalam laga melawan Madura United pada 23 Januari 2026 selama 8 menit bermain saja.
Sementara karier sang pemain sebelum ini banyak dihabiskan dengan hilir mudik di klub Brasil.
Tercatat ia pernah bermain di semua serie Liga Brasil, namun bisa dibilang sang pemain tak pernah betah bertahan lama dengan klub.
Ia paling lama bermain untuk Avenida yang mendatangkannya pada November 2023 dan mengakhiri kontrak pada Januari 2025.
Total ia membukukan 20 laga di sana dengan torehan 3 gol selama 964 menit bermain.
Di sisi lain, Alan sempat menghuni lini U17 Timnas Brasil pada 2014 saat masih di bawah asuhan Pelatih Caio Zanardi.
Di sana ia mencatatkan dua kali penampilan di laga persahabatan melawan Australia U17 dan Amerika Serikat U17 dengan total 30 menit bermain.
Kini, nilai pasar sang pemain mencapai Rp3,91 miliar.

Profil Alan Cardoso
Nama lengkap: Alan Cardoso de Andrade
Tanggal lahir/umur: 5 Januari 1998 (28)
Tempat kelahiran: Rio de Janeiro, Brasil
Tinggi: 1,81 m
Kewarganegaraan: Brasil
Posisi: Bek – bek kiri
Kaki dominan: Kiri
Agen pemain: TSG
Klub saat ini: Persija Jakarta
Bergabung: 25 Juli 2025
Kontrak berakhir: –
Statistik Berdasarkan Klub
EC Avenida: 20 pertandingan, 3 gol, 0 assist, 9 kartu kuning, 0 kartu merah, 964 menit bermain
Persija Jakarta: 18 pertandingan, 0 gol, 1 assist, 3 kartu kuning, 0 kartu merah, 860 menit bermain
Clube de Regatas Vasco da Gama: 16 pertandingan, 0 gol, 1 assist, 4 kartu kuning, 0 kartu merah, 828 menit bermain
AD Confiança: 14 pertandingan, 0 gol, 0 assist, 2 kartu kuning, 0 kartu merah, 676 menit bermain
Londrina Esporte Clube (PR): 13 pertandingan, 0 gol, 0 assist, 1 kartu kuning, 0 kartu merah, 667 menit bermain
Santa Cruz FC (PE): 11 pertandingan, 1 gol, 0 assist, 2 kartu kuning, 0 kartu merah, 859 menit bermain
EC Novo Hamburgo: 8 pertandingan, 0 gol, 0 assist, 3 kartu kuning, kartu merah, 402 menit bermain
Clube Náutico Capibaribe: 4 pertandingan, 0 gol, 0 assist, 1 kartu kuning, 0 kartu merah, 186 menit bermain
ABC Futebol Clube (RN): 4 pertandingan, 0 gol, 0 assist, 0 kartu kuning, 0 kartu merah, 166 menit bermain
Resende FC: 4 pertandingan, 0 gol, 0 assist, 1 kartu kuning, 0 kartu merah, 158 menit bermain
(TribunWow.com/Peserta Magang dari Universitas Airlangga/Afifah Alfina)



