
Kecelakaan beruntun melibatkan 10 kendaraan terjadi di Tol Cipularang arah Jakarta KM 93, Kamis (5/3) malam. Insiden tersebut mengakibatkan 2 orang meninggal dunia dan empat orang lainnya mengalami luka berat.
Senior Manager Representative Office 3 Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division Agni Mayvinna mengatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 20.18 WIB.
“Kecelakaan melibatkan 10 kendaraan dan sempat menyebabkan seluruh lajur tidak dapat dilintasi,” kata Agni dalam keterangannya.
Seluruh korban dievakuasi dan dilarikan ke Rumah Sakit Radjak Purwakarta untuk mendapatkan perawatan.
Diduga Akibat Truk Kontainer Rem Blong
Kepala Induk PJR Cipularang Kompol Joko Prihantono mengatakan, kecelakaan diduga bermula dari truk kontainer bernomor polisi B 9367 UEL yang mengalami masalah pada sistem pengereman.
Saat itu, truk melaju dari arah Bandung menuju Jakarta di lajur satu. Ketika tiba di lokasi kejadian, arus lalu lintas di depan kendaraan dilaporkan padat karena ada dump truck yang mengalami gangguan di bahu jalan.
Diduga akibat rem blong, pengemudi truk berinisial MY tidak dapat mengendalikan kendaraan.
Truk tersebut kemudian menabrak mobil pikap bernopol B 9718 VAF di depannya sehingga memicu tabrakan beruntun yang melibatkan delapan kendaraan lainnya.
Korban Tewas Sopir dan Kondektur Pikap
Dua korban meninggal dunia diketahui merupakan sopir dan kondektur mobil pikap yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.
Selain 2 korban meninggal dan empat orang luka berat, sejumlah kendaraan juga mengalami kerusakan akibat tabrakan.
Adapun kendaraan yang terlibat di antaranya:
-
Truk kontainer B 9367 UEL
-
Pikap B 9718 VAF
-
Truk BL 8752 NP
-
Toyota Rush F 1308 AZ
-
Daihatsu Sigra T 1394 BJ
-
Tronton boks D 9481 AF
-
Toyota Hiace E 7666 AA
-
Toyota Raize T 1518 HO
-
Mazda Biante
-
Toyota Agya
Lalu Lintas Sempat Lumpuh
Akibat kecelakaan tersebut, seluruh lajur di lokasi sempat tidak dapat dilintasi kendaraan.
Petugas dari Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT), Patroli Jalan Raya, derek, ambulans, serta Mobile Customer Service segera mengevakuasi kendaraan dan pengaturan lalu lintas.
Pada pukul 20.59 WIB, satu lajur sudah dapat dilalui kendaraan. Kemudian pada pukul 21.43 WIB, dua lajur kembali dapat digunakan.



