
Tembok rumah setinggi 5 meter di Jakarta Selatan roboh hingga menimpa SMPN 182 Jakarta. Tembok itu roboh ke arah sekolah sehingga menghancurkan sebagian tembok sekolah dan taman.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (15/2) siang. Tidak ada korban jiwa karena sekolah sedang libur.
“Nah, tadi jam 11.22 berdasar CCTV itu terjadi musibah ini roboh. Nah, gitu. Dan robohnya itu saat kondisi sekolah sepi. Kebetulan ini hari Minggu, tidak ada aktivitas apapun,” kata Plt Kepsek SMP Negeri 182 Jakarta, Narwan, saat ditemui lokasi kejadian.
Narwan bilang, tembok rumah tersebut memang sudah lama miring ke arah sekolah. Pihaknya juga sudah menyurati pemilik bangunan tersebut.
“Terkait dengan musibah yang ada di 182. Yang pertama, memang kondisi pagar rumah sebelah ini sudah miring, dan sekolah sudah bersurat ke yang punya tanggal 24 Desember tahun lalu. Disaksikan, diketahui oleh dari Kelurahan,” tuturnya.
Meski tidak ada korban jiwa, Narwan bilang taman sekolahnya mengalami kerusakan.

“Kalau korban gak ada, ya. Nah, kalau terkait korban, yang menjadi korban itu adalah yang kena timpa, apa itu? Tembok, itu adalah tembok dan tamannya 182. Jadi ini perlu ditegaskan, yang roboh bukan temboknya sekolah,” tegas Narwan.
Adapun tembok yang roboh berukuran tinggi 5 meter dan panjang 60 meter. Tembok itu membentang dari pintu masuk hingga bagian belakang sekolah.
“Tembok setinggi 5 meter itu merupakan bagian dari bangunan mewah di samping sekolah. Tembok tersebut memiliki panjang 60 meter dan membentang dari pintu masuk hingga bagian belakang sekolah,” kata Narwan.
Ia menambahkan, area robohnya tembok tersebut merupakan akses masuk maupun keluar para siswa. Ia bersyukur saat peristiwa terjadi tidak ada aktivitas apa-apa di sekolah.

Narwan telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menangani puing tembok tersebut. Termasuk dengan pemilik rumah.
“Dari tadi beberapa kita ada kata sepakat bahwa yang punya rumah sanggup untuk mengembalikan bangunan kita yang rusak untuk diperbaiki,” katanya.
“Pencegahan lebih lanjut adalah satu, saya minta sama yang punya rumah itu bangun pagernya tidak setinggi itu. Terus untuk sekolah saya ya kembalikan asetnya yang rusak tadi kembali normal, termasuk ada ruangan piket ini ya saya minta dibangunkan kembali,” tambahnya.
Terkait proses perbaikan, Narwan memastikan tidak akan mengganggu proses belajar mengajar di sekolah nantinya.
“Pembelajaran saya pikir tidak terganggu. Kebetulan anak awal puasa, libur apa ini? Imlek dan seterusnya itu masuknya baru hari Senin. Senin tanggal 23 atau berapa itu. Jadi, insyaallah pembelajaran tidak terganggu,” ujarnya.



