
caristyle.co.id JAKARTA. Kiwoom Sekuritas Indonesia melihat peningkatan tensi geopolitik antara Iran-Amerika Serikat berdampak pada segmen pendapatan brokerage perusahaan.
VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi mengungkapkan pasca akhir pekan (28/2/26) saat terjadi serangan pertama, nilai transaksi saham melonjak hingga 170% secara harian atau day to day dengan volume match mencapai sekitar Rp 22.000 transaksi per 2 Maret.
Kondisi ini dinilai sebagai efek shock trading day yang dipicu kekhawatiran pasar atas potensi dampak konflik terhadap pasokan energi global.
YOII: Belum Ada Lonjakan Klaim Asuransi Perjalanan di Tengah Geopolitik Global
“Hal ini kami perkirakan didorong oleh shock trading day dengan kekhawatiran yang akan berdampak terhadap energi global,” ujarnya kepada Kontan, Selasa (10/3/26).
Selain itu, rata-rata transaksi harian dalam sepekan setelah serangan pertama ke Iran juga mengalami peningkatan sebesar 17,8% secara mingguan.
Menurutnya peningkatan ini mencerminkan reaksi pasar setelah konflik terjadi, yang membuat sebagian investor menyesuaikan kembali portofolio investasinya hingga melakukan transaksi jangka pendek.
Meski lonjakan transaksi berdampak positif pada income fee perusahaan, Kiwoom Sekuritas tetap berupaya memaksimalkan peluang margin secara terukur sekaligus melakukan monitoring terhadap aktivitas pembelian kredit.
Di sisi lain, mereka juga berkomitmen untuk memberi informasi dan pandangannya kepada investor perihal potensi dampak dan strategi dalam menghadapi kondisi geopolitik guna menjaga trading engagement.
Sementara untuk proyeksi ke depannya, Audi mencermati pergerakan pasar masih akan dipengaruhi oleh sentimen geopolitik, terutama yang berkaitan dengan kekhawatiran terhadap pasokan energi global. “Market akan masih di-drive oleh sentimen geopolitik,” katanya.
Fitch Turunkan Outlook Bank BUMN, Begini Efeknya ke Saham dan Fundamental Bank
Namun jika tekanan mulai mereda, menurutnya kepercayaan pasar berpotensi kembali terbentuk sehingga dapat memicu reversal pada pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Sementara itu, Kiwoom Sekuritas sendiri melihat support kuat IHSG masih berada di kisaran level Rp 7.139–Rp 7.200 sehingga volatilitas pasar masih akan terjaga.



