Tips Direktur Utama Abadi Lestari Edwin Pranata maksimalkan imbal hasil investasi

Posted on

caristyle.co.id  JAKARTA. Di tengah volatilitas pasar keuangan, sebagian investor cenderung reaktif terhadap pergerakan harga jangka pendek, sementara yang lain tetap berpegang pada strategi investasi jangka panjang. 

Salah satu yang konsisten menerapkan pendekatan ini adalah Direktur Utama PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO), Edwin Pranata.

Edwin menekankan pentingnya fokus pada keberlanjutan kinerja dan nilai fundamental, alih-alih merespons fluktuasi pasar sesaat. 

Menurutnya, investasi sebaiknya dirancang dengan horizon waktu minimal dua tahun, atau bahkan lebih, agar potensi pertumbuhan dapat terealisasi secara optimal. 

Dirut Abadi Lestari Indonesia (RLCO) Edwin Pranata Percaya Investasi Jangka Panjang

“Horizonnya bisa dua tahun minimal atau bahkan lebih,” ujar Edwin.

Selain itu, ia menekankan pemahaman mendalam terhadap instrumen yang dipilih, sehingga keputusan investasi dapat diambil secara terukur, disertai pengelolaan risiko yang tepat. 

Filosofi ini lahir dari pengalaman panjangnya di pasar modal, yang membantunya memahami profil risiko sebagai investor moderate to high risk, namun bukan tipe jangka pendek. 

Strateginya tidak hanya melihat valuasi dan fundamental tradisional, tetapi juga mempertimbangkan tren, likuiditas, dan potensi pasar.

Ketertarikan Edwin pada dunia investasi berawal dari pendidikan di bidang keuangan sejak kuliah. 

Abadi Lestari Indonesia (RLCO) Bidik Laba Rp 40 Miliar di Tahun 2026

Instrumen pertama yang dikenalnya adalah saham, dan ia mulai aktif berinvestasi pada 2015, dengan fokus awal pada saham domestik, khususnya sektor perbankan yang dinilai stabil.

Pengalaman paling berkesan datang saat pandemi Covid-19, ketika ia berinvestasi pada saham perbankan digital. 

“Awalnya hanya iseng melihat tren, tapi pergerakan bank digital luar biasa. Portofolio naik lebih dari seribu persen,” ungkap Edwin.

Saat ini, Edwin mengelola portofolio yang terdiversifikasi, dengan 60% dialokasikan pada saham, 15% pada properti, dan 25% pada berbagai jenis investasi barang eksotis. 

Ia membagikan tips bagi investor pemula: berani memulai meski dengan nominal kecil, pahami risiko sebelum mengikuti tren, dan bangun pola pikir jangka panjang.

“Investasi itu maraton, bukan lomba jarak pendek. Jangan berharap hasil instan,” katanya.

Di luar instrumen keuangan, Edwin menilai investasi paling penting adalah pada diri sendiri, atau yang disebutnya investasi ‘leher ke atas’. 

Baru Listing, Saham Abadi Lestari (RLCO) Masuk Radar UMA di BEI

Menurutnya, nilai terbesar dari investasi tidak selalu berbentuk finansial, tetapi melekat pada kualitas diri, yang meliputi kesehatan, pengetahuan, dan mindset.

Kesehatan menjadi fondasi utama, karena tanpa kondisi fisik dan mental yang baik, seseorang sulit berpikir jernih dan konsisten.

Pengetahuan menjadi modal penting untuk bersaing, sementara mindset menentukan cara menghadapi risiko dan ketidakpastian pasar. 

Edwin menekankan, keberhasilan seorang investor lebih ditentukan oleh cara berpikir dan karakter dalam menghadapi dinamika pasar, bukan semata-mata instrumen yang dipilih. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *