
caristyle.co.id JAKARTA. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencatat kinerja solid sepanjang 2025. Emiten konsumer ini membukukan penjualan bersih Rp 31,94 triliun, naik 4,34% secara tahunan dari Rp 30,62 triliun pada 2024.
Segmen kebutuhan rumah tangga dan perawatan tubuh menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp 23,35 triliun. Sementara segmen makanan dan minuman mencatat Rp 8,58 triliun.
Laba bersih perseroan melonjak 126,82% menjadi Rp 7,64 triliun. Namun tanpa kontribusi bisnis es krim dan teh Sariwangi, laba tercatat Rp 3,53 triliun, mencerminkan fase transformasi portofolio yang tengah dijalankan perusahaan.
Presiden Direktur Benjie Yap optimistis terhadap prospek tahun ini. “Kami memulai 2026 dengan keyakinan pada fondasi yang telah kami bangun dan fokus yang jelas untuk memberikan dampak,” ujarnya belum lama ini.
Analis Korea Investment & Sekuritas Indonesia, Muhammad Wafi menilai, UNVR mulai memasuki fase pemulihan setelah melewati periode penataan ulang fundamental pada tahun 2025.
“Hal ini mengindikasikan kembalinya permintaan konsumen secara nyata, bahkan dengan mempertimbangkan basis pembanding yang lebih lemah dari tahun sebelumnya,” tulisnya dalam riset.
Menurutnya, titik balik terlihat pada kuartal IV-2025 ketika segmen home and personal care mencatat rebound penjualan 20,2% yang didorong lonjakan volume 13,6%. Transformasi portofolio disebut masih menjadi pilar utama tesis investasi.
Kabar Gembira! Unilever (UNVR) Bakal Bagi Dividen Tambahan
Terutama setelah perseroan menyelesaikan pemisahan bisnis es krim dan melanjutkan rencana divestasi bisnis teh sebagai strategi menukar skala dengan fokus.
Perseroan itu kini menitikberatkan portofolio pada kategori bertumbuh tinggi, seperti premium skincare yang kontribusinya naik 26,5% sepanjang 2025. Dari sisi operasional, efisiensi juga diperkuat melalui penyesuaian biaya tenaga kerja sekitar 20% serta peningkatan efisiensi produksi 10,3% yang berpotensi menopang margin secara struktural.
Belanja iklan dan promosi tetap dijaga disiplin di kisaran 8,5%, dengan pergeseran strategi ke pemasaran digital dan media sosial untuk memperkuat penciptaan permintaan.
Di level brand, inovasi produk menjadi salah satu pendorong pertumbuhan. Di segmen home and personal care, UNVR memperkuat lini perawatan rambut pria melalui transformasi produk Clear Men menjadi Clear Men Ultra
Hair Care Lead Unilever Indonesia, Ari Astuti, menjelaskan inovasi tersebut berangkat dari perubahan kebutuhan konsumen. Banyak laki-laki sudah rutin keramas, tapi masih fokus di rambut, bukan di kesehatan kulit kepala.
“Melalui perubahan ini kami tidak hanya membersihkan ketombe, tetapi juga memperkuat pertahanan kulit kepala agar performa rambut tetap maksimal,” ujarnya.
Produk ini juga diperkuat strategi kampanye berbasis performa dan kolaborasi figur publik. Yakni pelatih sepak bola Shin Tae-yong.
Terkait strategi UNVR, analis BRI Danareksa Sekuritas, Abida Massi Armand, memproyeksikan kinerja UNVR tetap tumbuh moderat pada 2026. Ditopang pemulihan volume penjualan, efisiensi biaya, serta momentum musiman Ramadan dan Lebaran.
“Di tengah kompetisi yang ketat, UNVR tetap memiliki keunggulan dari kekuatan merek, jaringan distribusi luas, serta inovasi produk yang berkelanjutan,”* katanya.
Ia merekomendasikan beli saham UNVR dengan target harga Rp 3.200. Meski demikian, investor tetap perlu mencermati risiko tekanan persaingan harga, volatilitas biaya bahan baku, serta potensi perubahan preferensi konsumen.



