
caristyle.co.id NEW YORK. Saham-saham AS melemah pada Senin (12/1/2026) setelah pemerintahan Trump kembali melancarkan serangan terhadap Federal Reserve. Ini memicu kembali kekhawatiran mengenai independensi bank sentral, sementara usulan pembatasan suku bunga kartu kredit selama satu tahun turut menekan saham-saham sektor keuangan.
Pemerintahan tersebut mengancam akan mendakwa Ketua The Fed Jerome Powell terkait kesaksiannya di Kongres mengenai proyek renovasi, sebuah langkah yang disebut Powell sebagai dalih untuk mendapatkan pengaruh lebih besar atas kebijakan suku bunga yang sejak menjabat pada Januari 2025, Presiden Donald Trump dorong untuk dipangkas secara tajam.
“Ini merupakan pukulan lain terhadap persepsi dan harapan akan independensi antara The Fed dan Gedung Putih. Setiap langkah lanjutan yang bermakna menuju berkurangnya independensi tersebut tidak akan dipandang positif oleh pasar,” ujar Jordan Rizzuto, CIO di GammaRoad Capital Partners.
Asing Net Buy Saat IHSG Terkoreksi,Cermati Saham yang Banyak Diborong, Senin (12/1)
Indeks volatilitas Cboe (VIX), yang dikenal sebagai pengukur ketakutan Wall Street, menyentuh level tertinggi sejak 18 Desember, sementara emas sebagai aset lindung nilai mencapai rekor tertinggi untuk pertama kalinya tahun ini.
Saham Harmony Gold yang terdaftar di AS melonjak 8,8%, sementara Barrick Mining dan Kinross Gold masing-masing naik hampir 4%.
Investor juga bersikap lebih berhati-hati terhadap valuasi yang dinilai sudah mahal, menjelang dimulainya musim laporan keuangan kuartal keempat perbankan besar pekan ini, yang dipimpin oleh JPMorgan Chase pada hari Selasa.
Pada pukul 21.36 WIB, Dow Jones Industrial Average turun 428,06 poin atau 0,86% ke level 49.076,01. S&P 500 turun 16,60 poin atau 0,24% ke 6.949,68, sementara Nasdaq Composite naik tipis 0,58 poin atau nyaris tidak berubah di 23.671,93.
Rizzuto menambahkan laporan keuangan bank yang akan datang seharusnya memberikan gambaran awal mengenai pinjaman konsumen dan kredit perbankan, serta petunjuk apakah investor perlu mulai mengkhawatirkan meningkatnya tekanan dan risiko kredit.
Saham bank dan perusahaan kartu kredit melemah setelah Trump menyerukan pembatasan suku bunga kartu kredit selama satu tahun di level 10% mulai 20 Januari.
Saham Citigroup anjlok 3%, sementara JPMorgan Chase turun 1,2%.
Chandra Asri Pacific (TPIA) Lakukan Pemeliharaan Berjadwal Pabrik di Cilegon
Pemberi kartu kredit American Express merosot 4%, sementara perusahaan pembiayaan konsumen seperti Synchrony Financial, Bread Financial, dan Capital One jatuh antara 6% hingga 10%.
Secara keseluruhan, sektor keuangan turun 1,1%, sementara sektor barang kebutuhan pokok konsumen naik 0,5%.
JPMorgan, Barclays, dan Goldman Sachs bergabung dengan Morgan Stanley dalam menunda proyeksi penurunan suku bunga AS setelah data hari Jumat menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja tidak memburuk secepat yang dikhawatirkan.
Pasar masih memperkirakan setidaknya dua kali penurunan suku bunga masing-masing seperempat poin sebelum akhir tahun, menurut data LSEG. Fokus kini beralih ke laporan inflasi AS (CPI) yang akan dirilis pada hari Selasa.
Dalam berita korporasi lainnya, saham Walmart naik 1,8% setelah peritel tersebut yang memindahkan pencatatannya dari NYSE ke Nasdaq bulan lalu dijadwalkan bergabung dengan indeks Nasdaq-100 pada 20 Januari.
UnitedHealth Group turun 2,2% setelah Wall Street Journal, mengutip penyelidikan komite Senat AS, melaporkan bahwa perusahaan asuransi tersebut menggunakan taktik agresif untuk mengumpulkan diagnosis yang dapat meningkatkan pembayaran Medicare Advantage.
Trump juga mengatakan bahwa ia mungkin akan memblokir investasi Exxon Mobil di Venezuela, menyusul komentar CEO Darren Woods yang menyebut negara Amerika Selatan itu “tidak layak untuk investasi.” Saham perusahaan energi raksasa AS tersebut turun 1%.
Jumlah saham yang melemah melampaui saham yang menguat dengan rasio 1,87 banding 1 di NYSE dan 1,76 banding 1 di Nasdaq.
IHSG Anjlok, Ini Saham dan Faktor Fundamental yang Jadi Penyebab
Indeks S&P 500 mencatat 16 saham dengan level tertinggi baru dalam 52 minggu dan dua terendah baru, sementara Nasdaq Composite membukukan 37 tertinggi baru dan 28 terendah baru.



