
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memicu kontroversi setelah mengunggah sejumlah gambar editan di akun Truth Social miliknya yang menampilkan seolah-olah Greenland telah menjadi wilayah AS.
Salah satu gambar memperlihatkan Trump menancapkan bendera AS di samping papan bertuliskan “Greenland, U.S. Territory, Est. 2026”, sementara gambar lain menunjukkan peta Greenland dan Kanada tertutup motif bintang-garis khas AS.

Unggahan provokatif itu muncul di tengah memanasnya ketegangan antara Washington dan sekutu-sekutunya terkait ancaman Trump untuk mengambil alih Greenland, wilayah otonom milik Denmark.
Aksi Trump langsung menuai reaksi keras, apalagi sebelumnya ia juga mengumumkan tarif impor 10 persen mulai Februari terhadap delapan negara Eropa yang mendukung Denmark dan Greenland.
Di saat bersamaan, Trump mengungkap isi pesan pribadinya kepada Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Støre yang mengaitkan konflik Greenland dengan kekecewaannya karena gagal meraih Hadiah Nobel Perdamaian.
“Mengingat negara Anda memutuskan tidak memberi saya Nobel Perdamaian… saya tidak lagi merasa berkewajiban untuk berpikir murni soal perdamaian,” tulis Trump, seperti dikutip Associated Press.
Ia bahkan menegaskan, “Dunia tidak akan aman kecuali kita memiliki kendali penuh atas Greenland.”
Greendland Tak Dijual
Sejumlah sekutu AS langsung menegaskan bahwa Greenland tidak untuk dijual. Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Kaja Kallas mengatakan bloknya tak ingin memperbesar konflik.
“Kami tidak tertarik mencari pertengkaran, tapi kami akan tetap bertahan pada posisi kami,” tulisnya di media sosial.
Nada waspada juga datang dari Denmark. Saat ditanya apakah AS bisa menggunakan kekuatan militer, Menlu Denmark Lars Lokke Rasmussen mengatakan, “Anda tidak bisa mengesampingkan apa pun sampai presiden sendiri memutuskan untuk mengesampingkannya.”
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menambahkan, “Saya pikir ini bisa dan harus diselesaikan lewat diskusi yang tenang,” demikian Reuters melaporkan.
Trump kemudian mengeklaim telah berbicara dengan Sekjen NATO Mark Rutte dan sepakat menggelar pertemuan para pihak di Davos, Swiss — lokasi World Economic Forum (WEF) yang sedang berlangsung.
Ia juga membagikan pesan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang mengusulkan pertemuan negara-negara G7 di Paris setelah Davos.
Bikin Marah Eropa
Namun, unggahan gambar editan tentang Greenland justru kembali menyulut kemarahan publik dan para pemimpin Eropa.

Di Greenland, ribuan warga turun ke jalan memprotes ancaman pengambilalihan pulau mereka. Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen menegaskan sikap negaranya tidak akan berubah. “Kami tidak akan ditekan,” tulisnya.
Menteri Greenland Naaja Nathanielsen yang bertanggung jawab atas bisnis, mineral, energi, dan keadilan sosial menilai, banyak negara takut isu ini akan melebar. “Jika Greenland dilepas, apa berikutnya?” katanya.
Meski sempat mengaitkan konflik ini dengan Nobel, Trump belakangan mengaku tak peduli pada penghargaan tersebut.
“Saya benar-benar tidak peduli soal itu… yang saya pedulikan adalah menyelamatkan nyawa,” ujarnya.
Sementara Uni Eropa menyatakan siap menghadapi tekanan dan akan menggelar pertemuan darurat untuk menentukan langkah balasan terhadap ancaman Trump.



