
caristyle.co.id – , JAKARTA — Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Tangerang mengungkap secara rinci kronologi dugaan penganiayaan berat yang dialami seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) berinisial R, yang diduga dilakukan oleh Bahar Bin Smith bersama sejumlah pengawalnya. Peristiwa tersebut terjadi pada 21 September 2025 di wilayah Cipondoh, Kota Tangerang.
Ketua PC GP Ansor Kota Tangerang, H. Midyani, menjelaskan bahwa korban menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad SAW yang menghadirkan Bahar Bin Smith sebagai penceramah. Menurutnya, kegiatan tersebut bersifat terbuka untuk umum dan dihadiri masyarakat dari berbagai kalangan.
“Nah termasuk anggota kami ini menghadiri maulid itu ya (seperti) pada umumnya masyarakat mau hadirin maulid, Pengen dengerin tausih sampai selesai,” kata Midyani saat dihubungi Republika, Senin (2/2/2026).
Seusai acara, Midayani menyebut korban berniat bersalaman atau tabarukan dengan penceramah. Namun, saat berada sekitar dua meter dari Bahar bin Smith, korban dihentikan oleh pengawal dan dituduh hendak melakukan tindakan kekerasan.
“Karena memang kondisinya kan berdesakan ya ramai sekali. Jadi anggota saya itu diamankan oleh pengawal-pengawal Bahar Bin Smith dianggap, dituduh mau memukul istilahnya apalah jambak rambutnya Habib Bahar Padahal jarak 2 meter pun sudah dipiting, sudah diamankan,” katanya.
Menurut keterangan korban, lanjut Midyani, ia kemudian dibawa ke rumah salah satu terduga pelaku. Di lokasi tersebut, korban diduga mengalami kekerasan fisik secara berulang dan berlangsung selama beberapa jam oleh sejumlah pihak.
“Menurut keterangan korban, Bahar Smith ini minta ruangan atau kamar ya untuk melakukan pemukulan sampai luar biasa Babak belur. (Dugaan pemukulan) dari jam 12 malam sampai pagi lah sampai sekiranya jam 3 jam 4 dilakukan pemukulan itu luar biasa panjang,” katanya.
“Dilakukan pemukulan diinterogasi. Jadi istilahnya itu dipersekusi mas, termasuk banyak sundutan rokok di tangannya. Dipukuli bergantian bahkan keterangan korban itu Bahar Smith itu dua season mukul. Jadi setelah pemukulan di sebuah ruangan dia ganti baju, makan, ngerokok, ngopi, mukulin lagi mas,” katanya menambahkan.
Midyani menyebut korban mengalami luka berat, termasuk puluhan jahitan, serta trauma fisik dan psikologis. Korban sempat tidak sadarkan diri dan dirawat di RSUD Kabupaten Tangerang.
“Terakhir kondisi korban sekarang ya efeknya mas trauma berat, kedua ketika ditanya itu dia kayak nggak nyambung. Secara fisik ya alhamdulillah walaupun sehat kadang kepala masih sering pusing efek dari itu ya Karena memang yang paling banyak itu kan Pukulan di bagian kepala,” katanya.
Ia juga mengungkapkan kejanggalan dalam penanganan awal perkara. Menurutnya, korban justru sempat dibawa ke kantor polisi oleh pihak Bahar Bin Smith untuk dilaporkan sebagai pelaku percobaan penganiayaan.
“Nah uniknya jadi Korban pemukulan dibawa untuk dilaporkan sebagai pelaku pemukulan ke Polsek Cipondoh, ditolak sama Polsek Cipondoh dan dibawa ke Polres Tangerang Kota karena melihat kondisi korban ini babak belur dibawalah Ke rumah sakit umum Kabupaten Tangerang,” katanya.
“Jadi yang bikin laporan itu yang pertama sebetulnya pihak Bahar Smith melaporkan anggota saya ini karena dianggap melakukan pemukulan,” katanya mengakhiri.



