AS mengerahkan pesawat tempur dan kapal perang dekat Iran

Posted on

BBC Verify memastikan kapal induk kedua Amerika Serikat terlihat bergerak menuju Timur Tengah, selagi Washington terus menekan Iran terkait program militernya dan aksi mematikan terhadap para demonstran baru-baru ini.

USS Gerald R Ford, kapal perang terbesar di dunia, sempat menyiarkan lokasinya selama 48 menit di Samudra Atlantik pada Rabu (18/02). Ketika data itu muncul, kapal tersebut tampak berada di lepas pantai Maroko dan bergerak menuju Laut Mediterania.

Sebuah pesawat yang beroperasi dari kapal induk tersebut terpantau kembali ke Samudra Atlantik pada Kamis (19/02).

Pejabat AS dan Iran bertemu untuk perundingan putaran kedua di Swiss, pada Selasa (17/02). Presiden Donald Trump mengatakan pada Kamis bahwa dunia akan mengetahui “mungkin dalam 10 hari ke depan” apakah AS akan mencapai kesepakatan dengan Iran atau mengambil tindakan militer.

Pada Senin (16/02), BBC Verify mengidentifikasi kapal induk lain—USS Abraham Lincoln—melalui citra satelit yang diambil pada Sabtu (14/02) di lepas pantai Oman, sekitar 700 km dari Iran.

Kehadiran dua dari 11 kapal induk Angkatan Laut AS ini menambah bukti terjadinya pengerahan militer besar-besaran di Timur Tengah dalam beberapa pekan terakhir.

Selama kurun waktu itu, BBC Verify mencatat peningkatan jumlah kapal perusak, kapal tempur, dan pesawat jet tempur.

Baik USS Gerald R Ford maupun USS Abraham Lincoln memimpin gugus tempur yang mencakup sejumlah kapal perusak bersenjata rudal kendali. Setiap kapal induk dioperasikan lebih dari 5.600 personel dan membawa puluhan pesawat.

Mengapa aset militer AS bergerak ke Timur Tengah?

USS Gerald R Ford mengaktifkan sistem identifikasi otomatis (AIS) pada Rabu (18/02) pukul 12.30 GMT. Pengaktifan itu adalah yang pertama kalinya terjadi pada 2026.

Melalui sinyal itu, kapal induk tersebut dapat menyiarkan posisinya kepada khalayak umum. Selama 48 menit, kapal tersebut terlihat di situs pelacakan kapal MarineTraffic. Posisinya tampak berlayar menuju Laut Mediterania.

Sebuah pesawat angkut yang beroperasi dari kapal induk tersebut dan mendarat di Spanyol pada Rabu (17/02) terpantau bergerak menuju area tempat kapal itu sebelumnya terlihat, pada Kamis (18/02) sekitar pukul 13.00 GMT.

Kemunculan Gerald R Ford ini terjadi setelah BBC Verify mengidentifikasi USS Abraham Lincoln di Laut Arab, sekitar 240 km dari pesisir Oman, melalui citra satelit Sentinel 2 milik Eropa, pada Sabtu (14/02).

USS Abraham Lincoln tidak lagi terlihat sejak dilaporkan memasuki kawasan tersebut pada Januari lalu. Kapal itu pernah berlayar di laut terbuka yang minim cakupan satelit. Aset militer di darat jauh lebih mudah terlihat dan lebih sering terekam citra satelit.

BBC Verify kini telah melacak 12 kapal AS yang berada di Timur Tengah.

Ke-12 kapal itu mencakup USS Abraham Lincoln—kapal induk bertenaga nuklir kelas Nimitz—dan tiga kapal perusak kelas Arleigh Burke yang membentuk satu gugus tempur kapal induk.

Selain itu, terdapat dua kapal perusak lain yang mampu melakukan serangan rudal jarak jauh serta tiga kapal khusus untuk operasi tempur dekat pesisir yang saat ini ditempatkan di pangkalan Angkatan Laut AS di Bahrain.

Dua kapal perusak lainnya terlihat di wilayah timur Laut Tengah dekat pangkalan AS di Teluk Souda, dan satu kapal lagi di Laut Merah.

BBC Verify juga memantau pergerakan besar pesawat-pesawat AS menuju pangkalan udara di Eropa dan Timur Tengah, termasuk:

• Jet tempur F 35 dan F 22

• Pesawat tanker pengisian bahan bakar KC 135 dan KC 46 untuk mendukung pergerakan jarak jauh pesawat lain

• Pesawat komando dan pengawasan E 3 Sentry yang dirancang untuk mengoordinasikan operasi skala besar

Bagaimana Iran merespons?

Sebagai respons atas pergerakan militer terbaru Amerika Serikat, Iran unjuk kekuatan.

Pada Senin (16/02), Korps Garda Revolusioner Islam (IRGC) menggelar latihan maritim di Selat Hormuz, yang terletak di Teluk antara Oman dan Iran.

Dalam latihan tersebut, Panglima IRGC, Letjen Mohammad Pakpour, terlihat memeriksa kapal-kapal angkatan laut di sebuah pelabuhan. Sejumlah rudal tampak dilesatkan dari salah satu kapal dalam kesempatan itu, demikian dilaporkan kantor berita Tasnim yang berafiliasi dengan IRGC.

Selat Hormuz dianggap sebagai salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia dan titik krusial transit minyak. Sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia melewati selat ini, termasuk dari Pulau Kharg, terminal ekspor minyak utama Iran.

Dalam laporan yang menampilkan manuver militer terbaru Iran itu, Pakpour juga terlihat berada di dalam helikopter yang mengudara di atas pulau tersebut.

Rekaman video yang disiarkan televisi pemerintah Iran pada Kamis (19/02) juga menunjukkan latihan gabungan di Laut Oman bersama Rusia, termasuk simulasi operasi penyelamatan kapal.

Kantor berita Fars—yang berafiliasi dengan IRGC—melaporkan bahwa “unit operasional dari angkatan laut reguler Iran dan angkatan laut IRGC” turut ambil bagian dalam latihan tersebut.

Apa bedanya dengan operasi militer di Venezuela dan Iran tahun lalu?

Pakar intelijen militer Justin Crump mengatakan kepada BBC Verify bahwa persiapan militer AS di Timur Tengah saat ini menunjukkan “kedalaman dan daya tahan yang lebih besar” jika dibandingkan dengan manuver menjelang penangkapan mantan presiden Venezuela, Nicolás Maduro, pada Januari, atau operasi serangan udara terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni 2025.

Semua operasi tersebut melibatkan satu gugus tempur kapal induk dan beberapa kapal perusak yang beroperasi secara mandiri. Namun, pengerahan aset AS ke Venezuela dan Iran tahun lalu dilakukan dalam konteks yang sangat berbeda.

AS mengirim USS Gerald R Ford ke Karibia sebelum melancarkan serangan terhadap Venezuela—salah satu dari delapan kapal perang yang dilacak BBC Verify berada di kawasan pada saat itu.

Pengerahan pesawat ketika itu lebih sedikit karena Washington dapat dengan mudah mengirim jet tempur dari pangkalan-pangkalan AS di daratan utama maupun dari pangkalan di Puerto Riko.

AS juga mengerahkan kapal serbu amfibi di kawasan Karibia, yang dapat digunakan sebagai platform peluncuran untuk operasi helikopter, seperti yang terlihat dalam operasi penangkapan Maduro.

Namun, militer Venezuela umumnya dipandang kurang mampu mempertahankan diri atau melakukan serangan balasan terhadap AS.

Tatkala Amerika Serikat menyerang Iran tahun lalu dalam Operasi Midnight Hammer, yang menargetkan fasilitas nuklir negara itu, Washington sesungguhnya menghadapi negara dengan kekuatan militer jauh lebih besar dibanding Venezuela. Militer Iran memiliki kemampuan menyerang pangkalan pangkalan AS di seluruh Timur Tengah.

Pengerahan aset militer AS di kawasan Teluk saat ini lebih menyerupai pola yang terlihat menjelang Operasi Midnight Hammer tahun lalu. Saat itu, AS mengerahkan dua gugus tempur kapal induk, lima kapal perusak yang ditempatkan di Laut Tengah dan Laut Merah, serta tiga kapal tempur di Teluk.

AS juga memindahkan skuadron jet tempur dan pesawat pengisian bahan bakar dari wilayah AS ke Eropa. Namun, pesawat pembom siluman B2 yang digunakan untuk menyerang fasilitas nuklir di Fordo, Isfahan, dan Natanz justru lepas landas dari pangkalan udara AS di Missouri.

Justin Crump, CEO perusahaan intelijen risiko Sibylline, mengatakan penumpukan kapal perang dan pesawat AS—ditambah delapan pangkalan udara yang sudah ada di Kawasan Timur Tengah—memungkinkan Washington melakukan “laju serangan yang cukup intens dan berkelanjutan” hingga sekitar 800 sortie per hari, dengan tujuan membuat setiap respons Iran menjadi “tidak efektif”.

“Apa yang kita lihat bukan hanya persiapan serangan, melainkan pengerahan kekuatan yang lebih luas untuk tujuan pencegahan dan dapat diperbesar atau diperkecil sesuai kebutuhan,” katanya.

“Ini memberi kedalaman dan daya tahan lebih besar dibanding paket kekuatan yang disusun untuk Venezuela ataupun Operasi Midnight Hammer tahun lalu. Pengerahan ini dirancang untuk menopang operasi berkepanjangan dan mengantisipasi seluruh kemungkinan respons terhadap aset AS di kawasan, termasuk Israel.”

Reportase tambahan oleh Barbara Metzler, Ghoncheh Habibiazad, Thomas Copeland, Yi Ma

  • Pemimpin Tertinggi Iran akui ribuan orang tewas dalam rangkaian demonstrasi
  • Apa saja skenario yang mungkin terjadi jika AS menyerang Iran?
  • Seberapa besar kekuatan militer Iran jika dibandingkan dengan Israel?
  • AS dorong China mencegah Iran menutup Selat Hormuz – Apa akibatnya jika jalur minyak itu diblokir?
  • AS menyerang tiga fasilitas nuklir Iran, apa dampaknya dan bagaimana Iran akan membalas?
  • Bagaimana cara pesawat siluman B-2 menyerang fasilitas nuklir Iran?
  • AS kerahkan kapal perang terbesar di dunia ke Karibia – Perangi narkoba atau lengserkan presiden Venezuela?
  • Intelijen, pesawat tanpa awak dan senjata api: Bagaimana AS menangkap Maduro
  • Donald Trump ingin mengendalikan minyak Venezuela, bagaimana caranya?
  • Apa saja skenario yang mungkin terjadi jika AS menyerang Iran?
  • AS dorong China mencegah Iran menutup Selat Hormuz – Apa akibatnya jika jalur minyak itu diblokir?
  • AS menyerang tiga fasilitas nuklir Iran, apa dampaknya dan bagaimana Iran akan membalas?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *