
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap tangguh menghadapi gejolak harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah.
Saat ini harga minyak mentah dunia memang terus merangkak naik ke level USD 80 per barel. Pada APBN 2026 harga rata-rata minyak mentah global berada di level USD 70 per barel.
Namun pemerintah telah menyiapkan berbagai simulasi untuk menjaga stabilitas fiskal nasional dari tekanan eksternal tersebut.
“Harga minyak sudah naik mendekati USD 80 per barel ya. Saya sudah hitung sampai USD 92 [per barel] pun kita masih bisa kendali dengan anggarannya. Jadi tidak ada masalah,” ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/3).
Purbaya menegaskan bahwa pemerintah memiliki ruang untuk melakukan penyesuaian anggaran secara fleksibel sehingga tidak ada alasan untuk merasa khawatir secara berlebihan dalam waktu dekat.
Maksimalkan Penerimaan

Terkait potensi pembengkakan defisit akibat kenaikan harga impor, Purbaya menyatakan bahwa kunci utamanya ada pada optimalisasi penerimaan negara dari sektor internal.
“Kita pastikan saja pertama pengumpulan pajak kita tidak ada yang bocor, itu sudah mengurangi tekanan ke defisit,” tuturnya menjelaskan strategi antisipasi pemerintah.
Menurutnya jika performa pajak tetap terjaga dengan baik maka tekanan ekonomi dari kenaikan harga komoditas global dapat diredam secara efektif.
Purbaya juga menanggapi isu mengenai potensi hambatan jalur distribusi energi di kawasan Timur Tengah terutama di Selat Hormuz.
Ia menilai gangguan tersebut biasanya lebih berdampak pada lonjakan harga daripada hilangnya pasokan secara total bagi pasar internasional.
“Biasanya tidak seperti itu (suplai hilang sama sekali). Kita pasti bisa dapat suplai tapi harganya lebih tinggi,” kata Purbaya mengenai skenario pemenuhan kebutuhan energi nasional ke depan.

Mengenai ketahanan stok energi dalam negeri, Purbaya menyebut bahwa situasi akan tetap terkendali selama distribusi berjalan normal meskipun ada fluktuasi harga.
Fokus utama kementerian keuangan saat ini adalah memastikan roda ekonomi tetap bergerak maju melalui pengelolaan fiskal yang hati hati.



