
PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (PT SMI) meluncurkan Obligasi Ritel Infrastruktur PT SMI atau ORIS dengan target dana yang dihimpun sebesar Rp 300 miliar. Surat utang yang dapat dibeli masyarakat ini ditawarkan dengan kupon hingga 6,5%.
Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah menjelaskan, penerbitan ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Keberlanjutan I PT SMI Tahap II Tahun 2026. ORIS ditebitkan sebagai langkah perusahaan memperluas basis investor domestik dengan melibatkan partisipasi masyarakat dalam pembiayaan infrastruktur nasional.
“Penerbitan ORIS diharapkan dapat memperdalam peran pasar keuangan nasional dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan,”ujar Reynaldi di Jakarta, Senin (9/3).
ORIS diterbitkan dalam dua seri dengan tenor berbeda. Seri A memiliki tenor satu tahun dengan kupon 5,6% per tahun, sementara seri B memiliki tenor tiga tahun dengan kupon 6,5% per tahun.
Pembayaran kupon dilakukan setiap bulan. Investor dapat mulai berinvestasi dengan minimum pemesanan Rp 5 juta dan kelipatan Rp 1 juta.
Seluruh dana yang dihimpun melalui ORIS akan digunakan untuk membiayai berbagai proyek yang memiliki dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Pendanaan tersebut mengikuti kerangka Sustainable Funding Framework milik PT SMI.
Proyek yang dibiayai mencakup sektor hijau seperti energi terbarukan dan transportasi ramah lingkungan, serta sektor sosial seperti fasilitas kesehatan, pendidikan, dan penyediaan air bersih
Obligasi ini juga memiliki minimum holding period selama satu bulan sebelum dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Nantinya ORIS akan tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Masa penawaran ORIS berlangsung mulai 9 Maret hingga 9 April 2026. Penetapan hasil penjualan dijadwalkan pada 10 April 2026, sedangkan distribusi obligasi kepada investor dilakukan pada 6 Mei 2026.
Instrumen ORIS juga didukung peringkat kredit nasional idAAA dari Pefindo, yang merupakan peringkat tertinggi bagi instrumen korporasi di Indonesia.
Adapun pembayaran kupon pertama akan dilakukan pada 6 Juni 2026. Untuk Seri A, obligasi akan jatuh tempo pada 16 Mei 2027, sedangkan Seri B jatuh tempo pada 6 Mei 2029.
Calon investor dapat melakukan registrasi melalui penjamin pelaksana emisi yang ditunjuk. Investor yang belum memiliki Single Investor Identification (SID) akan difasilitasi untuk membuat akun investasi sesuai prosedur yang berlaku.
Setelah proses registrasi dan verifikasi selesai, investor dapat melakukan pemesanan selama masa penawaran. Pembayaran dilakukan setelah pesanan diverifikasi, dan setelah proses settlement selesai, obligasi akan tercatat di rekening surat berharga milik investor.



