Suksesi di Iran: Saat Mojtaba Khamenei jadi pemimpin tertinggi

Posted on

Ayatollah Mojtaba Khamenei telah resmi menjadi pemimpin tertinggi Iran. Suksesi di negara tersebut telah memunculkan nama Mojtaba sebagai pengganti ayahnya yang wafat karena serangan Israel-Amerika Serikat, Ayatollah Ali Khamenei.

Mojtaba ditunjuk oleh para ulama Iran pada Minggu (8/3) waktu setempat.

“Diangkat dan diperkenalkan sebagai pemimpin ketiga dari sistem suci Republik Islam Iran, berdasarkan suara yang menentukan dari perwakilan terhormat Majelis Pakar,” kata badan ulama tersebut dalam sebuah pernyataan dikutip dari AFP.

Pemimpin Republik Islam Iran sebelumnya adalah Ayatollah Ruhollah Khomeini (1979–1989) dan Ayatollah Ali Khamenei (1989–2026). Mojtaba menjadi pemimpin tertinggi ketiga.

Siapa Mojtaba?

Mojtaba lahir pada 8 September 1969, di kota Mashhad di Iran timur. Mojtaba Khamenei adalah salah satu dari enam anak mendiang pemimpin tertinggi.

Ayatollah Ali Khamenei tewas pada usia 86 tahun lebih dari seminggu yang lalu di Teheran selama gelombang pertama serangan udara AS-Israel yang memicu perang di Timur Tengah.

Karena sikapnya yang tertutup dalam upacara resmi dan di media, pengaruh sebenarnya Mojtaba Khamenei telah menjadi subjek spekulasi intens selama bertahun-tahun di kalangan penduduk Iran serta di kalangan diplomatik.

Ia adalah satu-satunya anak mantan pemimpin tertinggi yang memegang posisi publik, meskipun tidak memiliki jabatan resmi.

Ulama tersebut, yang memiliki janggut beruban dan sorban hitam khas “seyyed”, keturunan Nabi Muhammad, telah digambarkan oleh beberapa pihak sebagai sosok yang bertindak di balik layar untuk mengendalikan pusat kekuasaan di Iran.

Ia dianggap dekat dengan kaum konservatif, terutama karena hubungannya dengan Garda Revolusi, sayap ideologis militer republik Islam.

Hubungan itu berawal dari masa baktinya di unit tempur pada akhir perang antara Irak dan Iran yang berlangsung dari tahun 1980 hingga 1988.

Iran Tembakkan Rudal ke Israel Usai Penunjukan Mojtaba

Iran menembakkan rudal ke Israel tak lama setelah Mojtaba diumumkan sebagai Pemimpin Tertinggi Iran.

Beberapa saat setelah pengumuman tersebut, kantor berita di Iran menayangkan gambar proyektil yang akan diluncurkan ke Israel. Di proyektil itu terdapat tulisan: “Siap menjalankan perintah Anda, Sayyid Mojtaba.”

Ancaman Trump

Penunjukan Mojtaba juga terjadi setelah ancaman dari Presiden AS Donald Trump. Pada pekan lalu Trump menolak pencalonan Mojtaba.

Trump bersikeras ingin ikut campur dalam penentuan siapa pemimpin baru Iran setelah tewasnya Khamenei.

“Jika dia tidak mendapat persetujuan dari kami, dia tidak akan bertahan lama,” kata Trump merespons penunjukan Mojtaba seperti dikutip dari Reuters.

Sementara itu, Israel menegaskan siap menargetkan serangan selanjutnya kepada Mojtaba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *