
caristyle.co.id , JAKARTA – Emiten perbankan Grup Djarum PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dijadwalkan melakukan pembayaran dividen tunai tahun buku 2025 setelah Lebaran 2026.
Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) BCA yang berlangsung pekan lalu telah memberikan lampu hijau pembagian dividen dari kinerja tahun buku 2025.
Berdasarkan jadwal pembagian dividen BCA yang dikutip Minggu (15/3/2026), cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi jatuh pada 27 Maret 2026. Kemudian, cum dividen di pasar tunai jatuh pada 31 Maret 2026 yang bersamaan dengan periode recording date.
: Bos BCA (BBCA) Ungkap Alasan Tebar Dividen Interim hingga 3 Kali Tahun Ini
Adapun, pembayaran dividen kepada para pemegang saham BBCA yang berhak dijadwalkan berlangsung pada 8 April 2026 atau setelah periode Lebaran 2026.
Sebagaimana diketahui, dari hasil RUPST yang berlangsung Kamis (12/3/2026), BCA menetapkan penggunaan laba bersih dari kinerja keuangan tahun lalu sebagai dividen tunai senilai Rp336 per saham atau total Rp41,3 triliun. Nilai itu setara dengan 72% dari laba bersih tahun buku 2025.
: : Prospek Saham BBCA Usai Sinyal Tebar Dividen Interim 3 Kali dan Buyback
Keputusan itu sudah termasuk dividen interim Rp55 per saham yang dibayarkan oleh BCA pada 22 Desember 2025. Dengan demikian, sisa yang akan dibayarkan senilai Rp281 per saham.
Diberitakan Bisnis sebelumnya, BCA juga memberikan sinyal untuk membagikan dividen interim sebanyak tiga kali untuk tahun buku 2026. Jika kondisi keuangan perseroan memungkinkan, dividen interim akan dibagikan per kuartal.
: : Aliran Dividen BCA (BBCA) ke Anthoni Salim hingga Vanguard
Hal itu diungkapkan Direktur Keuangan BCA Vera Eve Lim dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 pada Kamis (12/3/2026).
“Sebagai informasi tambahan untuk tahun buku 2026, apabila kondisi keuangan memungkinkan, Direksi dengan persetujuan Dewan Komisaris dapat membagikan dividen interim 3 kali di tahun 2026 yang direncanakan akan dibagikan per kuartal,” ungkap Vera, Kamis (12/3/2026).
Diberitakan Bisnis sebelumnya, BCA mencatat penyaluran kredit bank only mencapai Rp948,95 triliun per Januari 2026, meningkat 6,26% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp893,02 triliun.
Bank Central Asia Tbk. – TradingView
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.



