
Presiden Indonesia ke-5 sekaligus Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, menyampaikan ucapan selamat kepada Ayatollah Mojtaba Khamenei atas terpilihnya sebagai Pemimpin Tertinggi Iran.
Ucapan tersebut disampaikan melalui surat kepada Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, saat berkunjung ke kediaman Megawati pada Selasa (10/3) lalu.
“Sebagai Presiden ke-5 Republik Indonesia, atas nama pribadi, keluarga besar Bung Karno, dan bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi persahabatan antarbangsa, saya menyampaikan ucapan selamat yang tulus atas terpilihnya Yang Mulia Ayatollah Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai Rahbar (Pemimpin Tertinggi) Republik Islam Iran melalui keputusan rapat demokratis dari 88 anggota Majelis Pakar,” kata Megawati dalam isi surat yang diterima kumparan, Minggu (15/3).
Megawati menilai, pemilihan Mojtaba Khamenei berlangsung di tengah situasi yang penuh tantangan, namun ia mampu memperoleh dukungan besar dari rakyat Iran.
“Pemilihan ini berlangsung di tengah berbagai tantangan dan situasi yang tidak sepenuhnya kondusif, namun Yang Mulia telah mampu mendapatkan kepercayaan besar dari para ulama dan rakyat Iran. Pemilihan ini menjadi saksi nyata atas kepemimpinan, kecakapan, kedalaman ilmu, dan keteguhan Yang Mulia sehingga mampu menembus sekat-sekat perbedaan dan menyatukan kepemimpinan Iran,” ujar Megawati.
Dalam surat itu, Megawati juga menyinggung pemikiran geopolitik ayahnya yang merupakan Presiden pertama Indonesia, Sukarno (Bung Karno). Ia menyebut Bung Karno selalu menekankan pentingnya persatuan nasional, kemandirian bangsa, serta mempertahankan kedaulatan negara.
“Bung Karno, Proklamator, Bapak Bangsa Indonesia, Presiden Pertama Republik Indonesia, yang juga merupakan ayahanda saya, selalu menekankan pentingnya persatuan nasional, kemandirian bangsa, dan kokoh di dalam mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan bangsa,” jelas Megawati.

Megawati juga menyoroti perjuangan Bung Karno dalam membangun solidaritas negara-negara Asia, Afrika, dan Amerika Latin untuk melawan imperialisme dan kolonialisme. Upaya tersebut diwujudkan melalui berbagai forum internasional seperti Konferensi Asia Afrika 1955 hingga Conference of the New Emerging Forces (CONEFO) pada 1965.
Menurut Megawati, pengalaman sejarah panjang Iran juga membentuk karakter bangsa yang tangguh, termasuk dalam menghadapi tekanan dan sanksi ekonomi.
“Dengan melihat berbagai persoalan yang dihadapi oleh rakyat dan bangsa Iran saat ini, saya berpandangan bahwa rekam jejak sejarah peradaban bangsa Iran yang begitu panjang telah membentuk karakter dan semangat juang yang luar biasa,” ujar Megawati.
“Bahkan di tengah berbagai tekanan dan sanksi ekonomi yang berlangsung begitu lama, bangsa Iran mampu hadir sebagai bangsa yang berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan, atau yang dikenal dengan Trisakti Bung Karno,” lanjut dia.
Ia meyakini kepemimpinan Mojtaba Khamenei dapat melanjutkan perjuangan para pemimpin revolusi Iran sebelumnya, terutama dalam memperjuangkan keadilan global dan kedaulatan bangsa.
Megawati juga menegaskan pentingnya membangun dunia yang damai dan setara antarbangsa, sejalan dengan nilai-nilai Pancasila yang dianut Indonesia.
“Sebagai bangsa, kami meyakini bahwa dunia sejatinya harus dibangun di atas prinsip hidup bersama secara damai (peaceful co-existence), kesetaraan, keadilan, serta kemanusian tanpa sekat. Prinsip ini merupakan cerminan dari falsafah dan ideologi bangsa kami, Pancasila, serta termaktub dalam konstitusi kami,” ungkap Megawati.
Ia turut mengingatkan pesan Bung Karno dalam pidatonya di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tahun 1960 berjudul To Build the World Anew, yang menekankan bahwa imperialisme dapat muncul dalam berbagai bentuk baru.

Megawati pun berharap PBB dapat memainkan peran lebih aktif dalam menegakkan kemanusiaan, menghentikan invasi sepihak, serta menyelesaikan konflik melalui dialog.
“Sudah saatnya PBB mengambil peran yang lebih sentral melalui dukungan negara-negara Asia, Afrika, dan Amerika Latin yang telah lama merindukan dunia yang damai bebas dari segala bentuk penghisapan,” ujar Megawati.
“Sebab kita semua adalah umat manusia yang satu, yang menghuni planet bumi yang sama, dan diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Dunia yang berkeadilan seperti itulah yang saya yakini dapat menyatukan visi kita bersama,” tambahnya.
Di akhir suratnya, Megawati kembali menyampaikan doa dan harapan bagi kepemimpinan Mojtaba Khamenei.
“Sekali lagi selamat mengemban jabatan sebagai Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Yang Mulia Ayatollah Mojtaba Khamenei. Kepercayaan telah diberikan dan tantangan besar telah menanti,” tutur Megawati.
“Selanjutnya perkenankanlah saya menyampaikan doa yang tulus agar Yang Mulia senantiasa memperoleh kekuatan, kebijaksanaan, dan bimbingan llahi untuk membawa Iran keluar dari krisis, menuntun bangsa Iran menuju kemajuan yang berkeadilan dan bermartabat, serta membangun dunia yang lebih damai dan konstruktif bagi seluruh umat manusia,” tutupnya.



