Keadaan Raffi Ahmad usai operasi diungkap Aldi Taher, ini kondisi penyakit suami Nagita sebenarnya

Posted on

BANJARMASINPOST.CO.ID – Keadaan artis Raffi Ahmad setelah operasi diungkap Aldi Taher. Terungkap kondisi penyakit suami Nagita Slavina itu.

Raffi Ahmad sebelumnya dikabarkan sempat drop hingga harus naik meja operasi akibat benjolan yang tumbuh di bagian punggungnya.

Aldi Taher sebenarnya sudah mengetahui masalah kesehatan yang dialami ayah dua anak itu jauh sebelum beritanya viral di media massa.

Lantas, mantan suami Dewi Perssik ini menceritakan, dirinya sempat bertandang ke kediaman Raffi Ahmad tepat sebelum sang presenter kondang berangkat menunaikan ibadah haji.

Dari pertemuan hangat itulah, Aldi mendapatkan cerita langsung dari Raffi mengenai benjolan tersebut.

“Sebenarnya sebelum beliau dioperasi, saya waktu itu malam ke rumah beliau sebelum berangkat haji,” kata Aldi Taher di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2026).

Sejak momen pertemuan di malam itu, Aldi terus memantau perkembangan kesehatan sang sahabat hingga akhirnya Raffi memutuskan untuk mengambil tindakan operasi.

“Jadi sudah tahu benjolan di punggungnya, ya, sudah dioperasi,” tuturnya.

Kembali Beraktivitas

Lebih lanjut, Aldi Taher membawa kabar bahagia mengenai kondisi terkini Raffi Ahmad. 

Ia memastikan proses operasi berjalan lancar dan keadaan Raffi kini sudah berangsur pulih total.

“Beliau sudah sehat, sudah aktivitas lagi, itu benjolan kecil,” jelas Aldi.

Sebagai sesama pekerja seni yang mengawali karier bersama, Aldi dan Raffi mengaku selalu saling menguatkan. Di tengah padatnya jadwal di dunia hiburan, keduanya tidak putus memberikan dukungan moral.

“Saling mendoakan sehat terus, doain aku sehat juga,” tandasnya.

Raffi Ahmad Sebut Benjolan Sedalam 6 Cm

Di sisi lain, Raffi Ahmad sebelumnya mengabarkan mengenai penyakit yang diidapnya melalui akun media sosial pribadinya.

Melalui sebuah unggahan, sultan Andara ini membenarkan adanya tindakan medis di area bahu dan menjelaskan dugaan diagnosis dari dokter yang menanganinya.

“Beberapa waktu terakhir banyak yang bertanya tentang benjolan di area bahu saya. Dari hasil pemeriksaan, kemungkinan mengarah pada lipoma (penumpukan jaringan lemak), kista, atau benjolan jinak lainnya,” tulis Raffi di Instagram pribadinya.

Raffi menambahkan, tindakan operasi tersebut memang harus segera dilakukan mengingat ukuran benjolan yang sudah lumayan besar ke dalam jaringan kulitnya.

“Ukurannya sekitar 5-6 cm kedalam dan tentu perlu dipantau serta ditangani dengan baik sesuai arahan dokter,” jelasnya lagi.

Berkaca dari pengalaman pribadinya, Raffi Ahmad pun menyisipkan pesan menyentuh kepada jutaan pengikutnya di Instagram agar tidak menyepelekan perubahan sekecil apa pun pada tubuh dan rajin melakukan medical check-up.

Merujuk pada informasi resmi dari laman Kementerian Kesehatan RI, penyakit lipoma merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan benjolan berisi lapisan lemak yang secara bertahap menumpuk di bawah kulit, yang mana benjolan ini berada di antara kulit dan lapisan otot.

Meskipun termasuk dalam kategori tumor jinak, benjolan ini memang kerap tumbuh di area-area tubuh tertentu seperti leher, punggung, bahu, lengan, hingga paha.

Karakteristik utama dari benjolan lemak atau lipoma ini bisa dibilang memiliki pertumbuhan yang lambat di antara kulit dan lapisan otot.

Masyarakat juga bisa mengenali gejalanya secara mandiri. Ciri khasnya adalah apabila ditekan menggunakan jari secara perlahan, maka lipoma akan terasa lunak dan mudah digoyangkan.

Apa itu Lipoma?

Lipoma adalah benjolan lemak yang biasanya tumbuh di antara kulit dan lapisan otot.

Ciri-ciri benjolan lipoma umumnya kenyal mirip adonan roti, tidak lembek, dan bisa digerakkan saat ditekan dengan jari.

Penyakit lipoma ini kerap muncul pada kalangan lansia. Beberapa memiliki lebih dari satu lipoma.

Berikut penjelasan lebih lanjut apa itu lipoma, ciri-ciri lipoma, penyebab lipoma, dan kapan perlu waspada.

Melansir Cleveland Clinic, lipoma adalah benjolan berupa gumpalan lemak yang tumbuh di jaringan lunak tubuh.

Lipoma termasuk jenis tumor. Biasanya, penyakit ini tidak berbahaya.

Lipoma cukup umum. Sekitar satu di antara 1.000 orang mengalami lipoma.

Penyakit ini kerap muncul di tubuh bagian atas, leher, bahu, punggung, perut, lengan, atau paha.

Ciri-ciri lipoma

Dilansir dari Mayo Clinic, terdapat beberapa ciri-ciri lipoma yang mudah dikenali, antara lain:

  •     Benjolan biasanya muncul di bawah kulit
  •     Benjolan terasa empuk dan bisa digerakkan saat ditekan dengan jari
  •     Diameter benjolan ini umumnya kurang dari lima centimeter, tapi bisa tumbuh membesar
  •     Benjolan terkadang sakit apabila tumbuh dan menekan saraf di sekitarnya

Penyebab lipoma

Penyebab lipoma yang pasti belum diketahui. Namun, beberapa ahli menduga kondisi tersebut disebabkan trauma fisik.

Ada juga yang berpendapat lipoma berasal dari faktor genetik, sehingga cenderung diturunkan dalam keluarga.

Kondisi genetik seperti sindrom gardner dan lipomatosis multipel herediter menyebabkan penderita memiliki beberapa lipoma.

Kondisi langka seperti penyakit madelung yang banyak dialami pria peminum alkohol juga bisa memicu tumbuhnya lipoma.

Selain faktor risiko di atas, usia di antara 40-60 tahun juga memengaruhi pertumbuhan lipoma.

Tapi, beberapa kasus menunjukkan orang di bawah usia 40 tahun juga bisa terkena lipoma.

Kapan perlu waspada?

Melansir WebMD, benjolan lipoma yang terbentuk di dalam otot atau organ dan menimbulkan nyeri biasanya butuh dioperasi.

Terkadang, ada juga benjolan lipoma yang bersifat kanker atau disebut liposarcoma.

Jenis benjolan lipoma ini tumbuh dengan cepat dan bisa menyebabkan rasa sakit.

Setiap ada benjolan di tubuh, ada baiknya Anda memeriksakan diri ke dokter.

Dokter bisa mengetahui apakah lipoma berbahaya atau tidak.

Lipoma dapat didiagnosis dengan pemeriksaan fisik. Jika curiga benjolan ganas, dokter akan merekomendasikan pemeriksaan lanjutan.

Antara lain biopsi atau pengambilan jaringan untuk diperiksa di bawah mikroskop, tes sinar-X, CT scan, atau MRI.

Cara menghilangkan lipoma disesuaikan dengan penyebab pastinya.

Lipoma yang tidak berbahaya biasanya tidak perlu dioperasi.

(Banjarmasinpost.co.id/Tribunnews.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *