
caristyle.co.id Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan pemulihan (rebound) signifikan pada awal perdagangan Selasa pagi (9/6/2026). Pergerakan positif ini sejalan dengan mayoritas bursa saham di kawasan Asia-Pasifik yang juga mencoba bangkit dari keterpurukan masif pada awal pekan kemarin.
Berdasarkan data RTI Business pukul 09.14 WIB, IHSG menguat 0,84% atau bertambah 44,60 poin ke level 5.386,74.
IHSG Rebound ke Level 5.386 Selasa (9/6) Pagi, Ditopang Saham TLKM dan Bursa Asia
Tercatat 295 saham naik, 255 saham turun, dan 170 saham stagnan. Total volume perdagangan 6,1 miliar saham dengan nilai transaksi capai Rp 2,96 triliun.
Langkah maju IHSG pada pagi ini ditopang oleh penguatan enam indeks sektoral. Tiga sektor dengan kenaikan tertinggi yang menjadi motor penggerak indeks meliputi IDX-Industri (+1,40%), IDX-Infrastruktur (+1,36%), dan IDX-Barang Baku/Basic (+0,92%).
Di jajaran saham elit LQ45, emiten telekomunikasi plat merah PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) memimpin lonjakan harga setelah sempat tertekan pada perdagangan sebelumnya.
Anak Usaha Solusi Environment Asia (SOFA) Jadi Mitra Lokal Proyek PSEL Danantara
Saham Top Gainers LQ45
- PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM): Melesat +9,79% ke level Rp2.580 per saham.
- PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT): Naik +4,18% ke level Rp1.245 per saham.
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM): Menguat +2,37% ke level Rp2.590 per saham.
Saham Top Losers LQ45
- PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN): Merosot -2,34% ke level Rp525 per saham.
- PT United Tractors Tbk (UNTR): Turun -2,28% ke level Rp20.400 per saham.
- PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI): Melemah -1,83% ke level Rp1.340 per saham.
Rupiah Spot Menguat 0,27% ke Rp 18.140 per Dolar AS Selasa (9/6) Pagi
Sentimen Regional: De-eskalasi Iran-Israel Picu Technical Rebound
Stabilisasi pasar di kawasan Asia-Pasifik didorong oleh meredanya harga minyak mentah dunia setelah Iran dan Israel menyatakan menghentikan sementara aksi saling serang.
Momentum ini dimanfaatkan oleh para investor global yang optimistis untuk kembali memburu saham-saham sektor teknologi dan semikonduktor yang sempat anjlok (buy the dip).
Penurunan tajam pada hari Senin kemarin memicu aksi beli teknis (technical rebound) di sejumlah bursa utama regional:
Bursa Asia Mencoba Bangkit pada Selasa (9/6), Pasca-Deeskalasi Iran-Israel
Indeks KOSPI (Korsel) naik +3,0% (Memulihkan kerugian pasca-ambles 8% kemarin), Nikkei 225 Jepang naik 0,3% (Setelah jatuh 3,9% pada sesi sebelumnya). Sementara indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang naik 0,9% .
Meskipun pasar saham Asia menghijau, para analis pasar modal memperingatkan bahwa pemulihan (bounce) ini masih sangat rapuh dan berbasis sempit. Kondisi ini tercermin dari bursa Wall Street semalam; walaupun indeks utama ditutup menguat, nyatanya 60% saham di dalam indeks S&P 500 berakhir di zona merah.



