Bank Indonesia memproyeksikan defisit transaksi berjalan 2025 di kisaran 0,5-1,3% PDB, didukung surplus modal dan finansial serta persepsi positif investor.
Category: Finance
Rekomendasi Saham Analis: IHSG Menguat Jumat
caristyle.co.id JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,67% atau terpangkas 53,11 poin ke level 7.890,71 pada perdagangan Kamis (21/8/2025). Secara sektoral, sektor energi tampak terperosok 2,40%, sedangkan sektor industrial menghijau dengan penguatan 1,40%. Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat, pelemahan IHSG saat ini dibebani oleh sektor energi dan keuangan. Di sisi lain, emiten-emiten konglomerasi juga turut…
IHSG Ambles 0,67%, INKP, BBTN, BRPT Anjlok!
caristyle.co.id JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah setelah menguat signfikan kemarin. Sepanjang perdagangan IHSG bergerak di zona merah. Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG melemah 0,67% atau terpangkas 53,11 poin ke level 7.890,71 pada penutupan perdagangan Kamis (21/8/2025). Sebanyak delapan dari 11 indeks sektoral di BEI melemah. Sektor yang turun paling dalam antara lain energi 1,87%,…
Rupiah Anjlok 5 Hari Beruntun! Tembus Rp 16.288
caristyle.co.id JAKARTA. Nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (21/8/2025). Pelemahan ini menandai tren negatif rupiah selama lima hari beruntun. Melansir Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup pada level Rp 16.288 per dolar AS, melemah 0,10% dibandingkan posisi sehari sebelumnya di Rp 16.272 per dolar AS. Baca Juga: Sri Mulyani Wanti-Wanti Dampak Gejolak Global pada Rupiah dan APBN Dari…
Surat Utang Merdeka Battery (MBMA) Rp 3,71 Triliun Mulai Tercatat di BEI
caristyle.co.id JAKARTA. Surat utang yang diterbitkan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) senilai Rp 3,71 triliun kini resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (21/8/2025). Surat utang ini terdiri dari Obligasi Berkelanjutan I Merdeka Battery Materials Tahap II Tahun 2025 senilai Rp 1,94 triliun dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Merdeka Battery Materials Tahap II Tahun 2025 senilai Rp 1,77 triliun. Merujuk prospektus yang…
Rupiah Terkini: Melemah Tipis ke Rp 16.280 per Dolar AS
caristyle.co.id JAKARTA. Rupiah spot melemah pada perdagangan Kamis (21/8/2025) siang. Pukul 12.11 WIB rupiah spot ada di level Rp 16.280 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,05% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 16.272 per dolar AS. Di Asia, mayoritas mata uang melemah terhadap dolar AS. Dolar Taiwan mencatat pelemahan terdalam dengan pelemahan 0,61%, won Korea melemah 0,15%, baht Thailand melemah 0,13%, dolar Singapura melemah 0,09%,…
IHSG Anjlok 0,61%! BRPT, INKP, MDKA Terjun Bebas
caristyle.co.id JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 48,47 poin atau 0,61% ke 7.895,35 pada akhir perdagangan sesi I hari ini, Kamis (21/8/2025). Sebanyak 380 saham naik, 249 saham turun dan 169 saham stagnan. Enam indeks sektoral menguat, sedangkan lima indeks sektoral lainnya masuk zona merah. Indeks sektoral dengan kenaikan terbesar adalah sektor teknologi yang naik 1,39%, sektor perindustrian naik 0,87% dan sektor…
PIDL Tawarkan Obligasi & Sukuk Rp2,04 Triliun: Peluang Investasi Menarik?
caristyle.co.id JAKARTA. PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills Tbk (PIDL) mulai melakukan penawaran umum obligasi dan sukuk senilai Rp 2,04 triliun pada 21-22 Agustus 2025. Melansir prospektus tambahan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (21/8/2025), PIDL menawarkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2025 dengan jumlah pokok sebesar Rp 1,29 triliun. Sementara itu, sukuk yang ditawarkan ialah Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap III Tahun…
BSU 2025 Cair Rp600.000! Cek Syarat, Jadwal & Cara Dapat
Pemerintah memastikan Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2025 senilai Rp600 ribu tetap cair hingga akhir tahun. Cek syarat penerima, cara pencairan
EURO, JARR, TAYS Kena UMA: Analisis & Penyebabnya
caristyle.co.id JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan ada tiga saham yang masuk ke dalam radar Unusual Market Activity (UMA). Di antaranya adalah PT Estee Gold Feet Tbk (EURO), PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), dan PT Jaya Swarasa Agung Tbk (TAYS). Dalam keterangannya, BEI menyebut adanya pola transaksi yang tidak wajar pada saham EURO. Adapun alasan saham JARR dan TAYS masuk ke dalam radar UMA lantaran keduanya mengalami kenaikan harga…









