Superbank (SUPA) tidak membagikan dividen tahun ini karena saldo laba belum positif, meski mencatat laba bersih Rp99,68 miliar pada 2025 setelah rugi di 2024.
Category: Finance
Tok! AKR Corporindo (AKRA) tebar dividen tunai Rp1,98 triliun dari laba bersih 2025
PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) akan membagikan dividen tunai Rp1,98 triliun dari laba bersih 2025 sebesar Rp2,47 triliun, dengan rasio 80,1%.
Strategi Kemenkeu jaga defisit APBN 3% meski akselerasi belanja awal tahun
Kemenkeu menerapkan strategi ketat untuk menjaga defisit APBN 2026 di bawah 3% PDB, dengan monitoring mingguan penerimaan dan pengeluaran negara.
Rupiah diproyeksi melemah di tengah memanasnya konflik AS-Iran
Nilai tukar rupiah menguat 0,04% ke level 17.222 per dolar AS pada perdagangan pagi ini, tetapi berpotensi melemah seiring memanasnya tensi geopolitik.
Harga emas Antam turun Rp 16.000, ini daftar terbaru per gram
caristyle.co.id JAKARTA — Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia di Jakarta, Senin (27/4/2026) pukul 09.15 WIB, menunjukkan penurunan Rp 16.000 dari semula Rp 2.825.000 menjadi Rp…
Harga buyback emas Antam naik 11,01% hingga hari ini Senin (27/4)
Harga buyback emas Antam naik 11,01% pada 2026, meski masih di bawah rekor tertinggi. Buyback emas bisa menguntungkan jika ada selisih harga jual.
Sentimen negatif hantui IHSG, bursa diperkirakan melemah
caristyle.co.id JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pembukaan perdagangan Senin pagi menguat 29,02 poin atau 0,41 persen ke posisi 7.158,51. Equity Analyst PT Indo…
Harga minyak naik 2% ke USD 107/barel, bursa saham Jepang-Korsel cetak rekor
Harga minyak mentah jenis Brent melonjak 2 persen hari ini, sementara di Asia, bursa sahamnya menguat terdorong saham-saham teknologi di Wall Street. #bisnisupdate #update #bisnis #text
Indeks Bisnis-27 menghijau di awal pekan, ditopang saham BRPT, INCO, BUMI
Indeks Bisnis-27 menguat 0,45% di awal pekan, dipimpin saham BRPT, INCO, dan BUMI, di tengah kehati-hatian pasar menjelang pertemuan The Fed.
Riset Next Indonesia Center: Kebocoran ekspor batu bara capai Rp 345 triliun
Hasil riset NEXT Indonesia Center menemukan terjadinya dugaan praktik misinvoicing atau selisih pencatatan kepabeanan dalam kegiatan ekspor batu bara.










