Salah satu hal yang menonjol dalam politik luar negeri Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto adalah kedekatannya dengan Amerika Serikat. Sejumlah keputusan sudah dihasilkan di antara keduanya. Tapi, tidak semua disambut positif.
Category: News
Kementerian LH tetapkan eks kadis LH DKI tersangka terkait longsor Bantargebang
Kementerian LH Tetapkan Eks Kadis LH DKI Tersangka Terkait Longsor Bantargebang #newsupdate #update #news #text
Trump ancam tak akan buka blokade Selat Hormuz bila Iran ogah damai
Trump Ancam Tak Akan Buka Blokade Selat Hormuz Bila Iran Ogah Damai #newsupdate #update #news #text
Prabowo pimpin ratas wacana pembangunan tanggul laut raksasa
Presiden Prabowo memimpin rapat terbatas untuk mematangkan rencana pembangunan tanggul laut raksasa di pesisir utara Jawa.
Selain skorsing, 16 mahasiswa IPB pelaku pelecehan dihukum ikut kegiatan sosial
Selain Skorsing, 16 Mahasiswa IPB Pelaku Pelecehan Dihukum Ikut Kegiatan Sosial #newsupdate #update #news #text
Pimpinan Komisi III kecam tendangan ‘kung fu’ di EPA U20: Pecat dan pidanakan
Pimpinan Komisi III Kecam Tendangan ‘Kung Fu’ di EPA U20: Pecat dan Pidanakan! #newupdate #update #news #text
BREAKING NEWS! Gempa M 7,4 guncang Jepang, picu peringatan tsunami usai gelombang 80 cm terdeteksi
Gempa magnitudo 7,4 mengguncang wilayah utara Jepang dan langsung memicu peringatan tsunami di tengah tingginya aktivitas tektonik Cincin Api Pasifik.
AS sita kapal tanker Iran, Teheran ancam balas dendam
AS Sita Kapal Tanker Iran, Teheran Ancam Balas Dendam #newsupdate #update #news #text
Mengapa narasi motif ‘dendam pribadi’ dalam kasus penyerangan Andrie Yunus bermasalah?
Berkas penyidikan aktivis KontraS yang disiram air keras, Andrie Yunus, resmi diserahkan ke Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Kamis (16/4). Saat proses pelimpahan itu, pihak TNI menyebut penyiraman air keras terhadap Andrie dipicu “dendam pribadi.” Mengapa klaim ini bermasalah?
Teheran tak akan pernah melepaskan kendali Selat Hormuz, kata politisi senior Iran kepada BBC
“Tidak pernah.” Begitulah jawaban Ebrahim Azizi, mantan komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), kepada BBC di Teheran, ketika ditanya kapan mereka siap menyerahkan kendali atas Selat Hormuz.









