Saham PANI hingga Prajogo Pangestu bawa IHSG hari ini (19/1) tembus ATH baru 9.133,87

Posted on

caristyle.co.id , JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,64% pada level 9.133,87 pada perdagangan Senin (19/1/2026). IHSG menembus level all time high (ATH) baru pada penutupan perdagangan hari ini.

Berdasarkan data RTI Infokom, sebanyak 377 saham menguat, 318 saham melemah, dan 110 saham stagnan. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 9.025-9.133. Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp16.670 triliun.

Saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) menjadi saham yang paling aktif diperdagangkan menurut nilai transaksi pada perdagangan hari ini, dengan nilai transaksi Rp2,4 triliun. Saham BUMI ditutup naik 0,49% ke level Rp412.

: Bidang Usaha CUAN yang Sahamnya Diborong Prajogo Pangestu 3,4 Juta Lembar

Kemudian saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi saham kedua yang paling aktif diperdagangkan dengan nilai transaksi Rp1,4 triliun. Saham BBCA tercatat naik 0,62% ke level Rp8.125.

Saham selanjutnya yang aktif diperdagangkan hari ini adalah BBRI dengan nilai transaksi yang mencapai Rp1,4 triliun. Saham BBRI menguat ke level Rp3.840 per saham.

: : Konglomerasi Ipar Wings Group Tambah Kepemilikan Saham Bank Neo Commerce (BBYB)

Selain itu, saham lain yang juga menguat adalah INET naik 10,58% sebesar Rp575 per saham, BMRI naik 0,20% ke level Rp5.000, dan BRPT meningkat 4,24% ke level Rp2.950 per saham. 

Saham yang menguat tajam termasuk milik Prajogo Pangestu seperti CUAN, CDIA, hingga BRPT. Demikian juga saham properti seperti PANI yang lompat lebih dari 10%.

: : Jadwal dan Peran Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia 2026

IHSG. – TradingView  

Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan di tengah tekanan sentimen global, IHSG bertahan di zona menguat hari ini.  

Pekan ini pasar menantikan hasil pertemuan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) terkait kebijakan moneter sehubungan dengan suku bunga acuannya. 

“Pasar memiliki pandangan bahwa  BI memiliki ruang untuk mempertahankan suku bunga di level 4,75% ditengah tekanan nilai rupiah terhadap dolar AS,” tutur Tim Riset Pilarmas Sekuritas. 

Menurutnya, hal ini sebagai upaya BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar untuk menahan pelemahan nilai rupiah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *