PT Asuransi Digital Bersama (YOII) berencana rights issue 684,94 juta saham baru pada 2026 untuk memperkuat modal kerja, menunggu persetujuan RUPSLB.
Tag: bursa efek indonesia
BEI buka suara soal praktik poles memoles aset jelang IPO
Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan tanggapan mengenai praktik poles memoles aset menjelang penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO).
Astra International (ASII) gelar buyback saham lagi maksimal Rp2 triliun
Astra International (ASII) akan melakukan buyback saham senilai Rp2 triliun untuk meningkatkan nilai pemegang saham, menggunakan dana internal tanpa dampak negatif pada kinerja keuangan. Aksi ini berlangsung 19 Januari-25 Februari 2026.
Performa solid, Bank Mandiri bagikan dividen interim Rp9,3 triliun
Bank Mandiri bagikan dividen interim Rp9,3 triliun pada 14 Januari 2026, mencerminkan kinerja solid dan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Catat, dividen interim RAJA masuk cum & recording date Senin (12/1)
Dividen interim RAJA akan dibagikan pada 28 Januari 2026, dengan cum date 12 Januari. Total dividen Rp105,67 miliar, Rp25 per saham.
Alasan sekuritas revisi turun rating saham PTBA meski ramai disasar pemodal asing
Sinarmas Sekuritas menurunkan rating saham PTBA dari add atau setara beli menjadi netral meski saham ini ramai diakumulasi investor asing.
IPO Lighthouse diproyeksi tarik arus dana investor institusi global
BEI mulai menggeser fokus ke kualitas emiten melalui skema IPO lighthouse 2026, yang dinilai menarik minat institusi domestik dan global.
Pramono kembali ingatkan Bank Jakarta untuk lakukan IPO
Gubernur Jakarta Pramono Anung dorong Bank Jakarta IPO di BEI untuk tingkatkan kinerja dan kepercayaan publik, target dana Rp3 triliun pada awal 2027.
Anak usaha Emtek (EMTK) beli 28,31 juta saham Superbank (SUPA)
Anak usaha Emtek, PT Elang Media Visitama, membeli 28,31 juta saham Superbank senilai Rp25,76 miliar.
Saham big caps TLKM hingga INCO jadi rem tahan pelemahan IHSG sepekan
IHSG melemah 0,83% pada 22-24 Desember 2025, namun saham big caps seperti TLKM dan INCO menahan penurunan dengan kontribusi signifikan.










