Bank Indonesia memperketat pembelian valas tanpa ‘underlying’ untuk menstabilkan rupiah yang mendekati Rp17.900 per dolar AS, di tengah ketidakpastian global.
Tag: stabilitas rupiah
Kenaikan BI rate bayangi marketing sales BSDE dan CTRA
Kenaikan BI Rate menjadi 5,25% berpotensi menekan sektor properti, mempengaruhi psikologis konsumen dan biaya KPR. BSDE dan CTRA tetap optimis menjaga penjualan.
Bos BI sebut bisa kembalikan rupiah ke rata-rata Rp16.500 dari saat ini Rp16.900
Gubernur BI Perry Warjiyo optimis rupiah bisa kembali ke rata-rata Rp16.500 per dolar AS pada Juli-Agustus 2026, meski saat ini di Rp17.600.
Risiko gejolak rupiah mengintai saat BI setop operasi moneter selama Lebaran
Rencana Bank Indonesia menghentikan operasi moneter selama Lebaran berisiko memicu gejolak rupiah saat pasar buka kembali. Risiko utama berasal dari pasar global.
Emiten komoditas disebut jadi magnet investor asing masuk pasar saham RI
Investor asing tertarik ke pasar saham Indonesia pada 2026 karena stabilitas ekonomi, valuasi menarik, dan potensi pemangkasan suku bunga.
Asing banyak jual saham BBCA hingga EMTK, net sell capai Rp17,34 triliun pada 2025
Sepanjang 2025, pasar saham Indonesia caristyle.co.id sell asing Rp17,34 triliun, meski IHSG naik 22,13%. Saham BBCA dan BMRI jadi sasaran utama.
Dana Asing Kembali? Peluang Investasi Saham 2025 Masih Terbuka!
Pasar saham Indonesia berpotensi menarik dana asing hingga 2025, meski tantangan global dan arus modal keluar masih ada. Kebijakan dalam negeri dan stabilitas ekonomi menjadi kunci.
Suku Bunga BI Turun Jadi 5%: Peluang Emas Pengusaha Pembiayaan!
Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan menjadi 5% untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, dengan dampak yang diharapkan terasa dalam 4 bulan.








